Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengatakan, PPU memiliki potensi di sektor perikanan yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah serta mensupport kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kabupaten PPU memiliki garis pantai sepanjang 272 Kilometer (Km) yang memiliki potensi perikanan tangkap hingga budidaya rumput laut jenis cottoni.
Selain itu, PPU juga memiliki tambak produktif yang mencapai 6.000 Hektare (Ha) untuk pengembangan budidaya ikan, udang hingga rumput laut jenis gracilaria.
Sedangkan untuk budidaya ikan air tawar, beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan oleh Pemkab PPU melalui kampung budidaya ikan air tawar di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu serta pengembangan budidaya air tawar melalui kolam bioflok.
“Sektor perikanan memiliki potensi yang cukup besar yang nantinya bisa menjadi penopang perekonomian daerah,” kata Mudyat, Kamis (21/5/2026).
Ia menekankan, pemerintah daerah terus mendorong adanya kolaborasi antara nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. Jalinan kerja sama antara nelayan dan pembudidaya dengan pelaku usaha diperlukan agar menciptakan kestabilan harga.
“Kalau ada kerja sama yang baik antara nelayan dengan pelaku usaha perikanan maka akan mempercepat peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” terangnya.
Mudyat mengungkapkan, adanya IKN turut membuka peluang pasar yang baru, termasuk untuk hasil perikanan. Karena itu, para nelayan harus melakukan inovasi dalam meningkatkan hasil tangkap dan budidaya perikanan.
Selain itu, nelayan juga harus menjaga kualitas ikan hasil tangkap maupun hasil budidaya sesuai dengan kebutuhan pasar. “Pemerintah daerah juga mendorong nelayan untuk mengolah hasil perikanan agar memberikan nilai tambah,” pungkasnya.


