Sedimen Capai 70 Cm, Drainase di Jalan Gatot Subroto Dibersihkan Secara Manual

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sedimen Capai 70 Cm, Drainase di Jalan Gatot Subroto Dibersihkan Secara Manual

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sedimen Capai 70 Cm, Drainase di Jalan Gatot Subroto Dibersihkan Secara Manual

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus berpaya mengurangi genangan air di sejumlah wilayah. Salah satunya melalui pembersihan drainase di sepanjang Jalan Gatot Subroto yang tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Pembersihan difokuskan pada endapan tanah dan sedimen yang menumpuk di dalam saluran air. Kondisi sedimen yang sudah mengeras membuat proses pengerjaan harus dilakukan secara manual dan bertahap.

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan menjelaskan, petugas saat ini masih mengangkat material menggunakan cangkul dan sekop karena ruang kerja yang terbatas serta kondisi sedimen yang sulit dibersihkan menggunakan alat berat.

“Sedimennya cukup tebal, bahkan ada yang mencapai sekitar 60 sampai 70 sentimeter. Sebagian material juga sudah keras, jadi harus dibongkar manual dulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembersihan sementara dilakukan di jalur depan Gang Jeruk hingga kawasan depan Kantor DPRD Berau.

Setelah pengerjaan selesai, pihaknya akan memantau kondisi aliran air saat hujan turun untuk melihat sejauh mana dampak pembersihan tersebut.

Menurutnya, pengangkatan sedimen diharapkan bisa memperlancar aliran air dan mengurangi tinggi genangan yang selama ini kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Fendra juga menjelaskan mobil penyedot lumpur belum dapat digunakan karena material di dalam drainase belum berbentuk lumpur cair.

“Kalau masih keras seperti ini tidak bisa disedot. Jadi tahap awal harus dibersihkan manual dulu sampai materialnya lebih ringan,” katanya.

Dalam pengerjaan itu, DPUPR menurunkan 14 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Pengerjaan sempat dimulai lebih siang lantaran sebagian personel sebelumnya menangani perbaikan jalan berlubang di wilayah Tanjung Redeb.