Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
MOJOKERTO - Desa Wisata Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur (Jatim) dengan menawarkan perpaduan wisata alam, budaya, hingga edukasi masyarakat.
Kunjungan ke desa wisata tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan Capacity Building wartawan yang digelar Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Jumat (22/5/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Wisata Sawah Sumber Gempong, kawasan wisata berlatar hamparan persawahan dengan panorama pegunungan yang sejuk dan asri. Lokasi ini berada sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Surabaya atau berjarak kurang lebih 50 kilometer.
Di Desa Wisata Ketapanrame, pengunjung dapat menikmati berbagai destinasi seperti Wisata Sawah Sumber Gempong, Air Terjun Dlundung, hingga Taman Ghanjaran yang menjadi pusat rekreasi keluarga.
Wisata Sawah Sumber Gempong menawarkan berbagai wahana seperti kolam pemandian alami, sepeda layang, ATV, bebek air hingga kereta sawah dengan latar pemandangan Gunung Penanggungan.
Sementara Air Terjun Dlundung menghadirkan suasana alam dengan air terjun setinggi sekitar 14 meter yang dikelilingi hutan pinus dan cocok untuk kegiatan berkemah. Adapun Taman Ghanjaran dilengkapi berbagai wahana permainan modern seperti bianglala, kora-kora, hingga area swafoto keluarga.
Selain wisata alam dan wahana permainan, Desa Ketapanrame juga menawarkan wisata edukasi dan budaya. Pengunjung dapat belajar proses pengolahan kopi, bertani, hingga menyaksikan kesenian tradisional seperti gamelan, tari mayang rontek, pencak silat, dan bantengan.
Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin menyampaikan apresiasinya atas kunjungan rombongan wartawan dari Balikpapan ke desanya.
"Atas nama Pemerintah Desa Ketapanrame dan seluruh pelaku desa wisata, kami mengucapkan selamat datang di desa kami. Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami bisa dikunjungi rombongan dari Balikpapan," ucap Zainul.
Ia menjelaskan Desa Ketapanrame merupakan salah satu desa di Kecamatan Trawas yang berada di ujung timur Kabupaten Mojokerto dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan.
Secara geografis, wilayah Trawas diapit dua gunung, salah satunya Gunung Penanggungan yang dikenal memiliki banyak situs sejarah peninggalan era Majapahit dan Raja Airlangga.
"Ketapanrame memiliki potensi alam yang sangat bagus sebagai tempat kunjungan wisatawan dengan udara sejuk dan kawasan pegunungan yang menarik bagi masyarakat perkotaan untuk berlibur," katanya.
Zainul mengungkapkan sebelum tahun 2010 kondisi ekonomi masyarakat desa masih tergolong rendah. Potensi desa yang dimiliki juga belum dimanfaatkan secara optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat mulai mengembangkan potensi wisata sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurutnya, pengembangan desa wisata dilakukan dengan memanfaatkan aset desa yang kemudian dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Aset desa kami serahkelolakan kepada BUMDes untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata maupun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat," tuturnya.
Tidak hanya membangun sektor wisata, aset desa juga dimanfaatkan untuk kandang ternak komunal, kios warga, tempat pengolahan sampah, hingga penampungan air bersih.
Zainul menuturkan pengembangan wisata di Ketapanrame juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui program "urung dana" atau investasi bersama warga.
Dalam skema tersebut, masyarakat dapat membeli slot investasi senilai Rp1 juta per lembar dengan maksimal 10 slot per orang.
"Total investasi masyarakat yang terkumpul mencapai Rp4,7 miliar dan digunakan untuk membangun beberapa wahana wisata di Taman Ghanjaran maupun Sumber Gempong," jelasnya.
Ia menyebut hasil usaha wisata kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat setiap bulan melalui sistem bagi hasil yang transparan.
Selain itu, sebagian keuntungan juga dialokasikan untuk program sosial masyarakat, ambulans desa, bantuan kesehatan, pendidikan, hingga dana cadangan pengembangan wisata.
Pada 2023, Desa Ketapanrame berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik tingkat nasional dari Kementerian Pariwisata serta apresiasi dari Kementerian Desa.
"Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan desa wisata agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Zainul juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang selama ini mendampingi pengembangan ekosistem wisata dan kopi di Desa Ketapanrame.
Menurutnya, pendampingan tersebut dilakukan mulai dari proses budidaya kopi, pengolahan, hingga akses pemasaran melalui berbagai event dan buyer dari luar negeri.
"BI hadir tidak hanya mendukung wisata, tetapi juga pengembangan ekosistem desa mulai dari kopi, pertanian, hingga UMKM masyarakat," imbuhnya.


