Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merampungkan pembangunan ulang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Samarinda Seberang yang sebelumnya didominasi bangunan kayu dan dinilai sudah tidak lagi representatif untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Amelia Indah Larasati mengatakan pembangunan sekolah tersebut telah dimulai sejak 2025 dengan waktu pengerjaan selama sekitar 163 hari kerja.
“Untuk SDN 012 itu ada 18 ruang kelas, Anggarannya hampir Rp17 miliar,” ujar Amelia. Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara total mulai dari pembongkaran bangunan lama hingga pembangunan kembali gedung sekolah permanen yang lebih layak dan modern.
Meski pembangunan utama telah rampung, masih terdapat beberapa bagian yang memerlukan penyempurnaan, seperti pagar belakang sekolah yang mengalami sedikit kemiringan. “Kalau pagar belakang memang ada sedikit mereng. Itu sudah dianggarkan di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Sementara untuk bangunan masjid sekolah, Amelia menyebut kondisinya masih cukup baik sehingga hanya memerlukan pengecatan ulang agar tampak lebih seragam dengan warna bangunan sekolah yang baru.
“Untuk masjid sebenarnya strukturnya masih bagus dan kuat. Nanti kemungkinan menggunakan dana BOSNAS untuk pengecatan supaya lebih seragam,” tuturnya.
Selain SDN 012, Disdikbud Samarinda juga masih melakukan pembenahan di SDN 010 yang pembangunannya dimulai pada tahun anggaran 2025. Beberapa fasilitas penunjang seperti paving disebut masih membutuhkan penyempurnaan.
Amelia mengakui proses perbaikan dan rehabilitasi sekolah di Samarinda masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran daerah. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengerjaan fasilitas penunjang belum dapat diselesaikan sekaligus dan harus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan pemerintah daerah.
Meski demikian, Disdikbud Samarinda tetap berupaya memprioritaskan pembenahan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
“Kita berharap kondisi keuangan daerah semakin baik supaya bisa segera ditangani,” pungkasnya.


