Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA — Di tengah berakhirnya masa operasional PT Pamapersada Nusantara (PAMA) SITE KPCB di Kecamatan Bengalon, perusahaan tambang tersebut menutup program pelatihannya dengan meluluskan 179 pemuda lokal sebagai operator dump truck tambang HD 785.
Prosesi wisuda bertajuk Legacy Training Program itu digelar di Gedung Serbaguna SMKN 1 Bengalon, Jumat (22/5/2026).
Program ini menjadi salah satu bentuk penyiapan tenaga kerja lokal di wilayah ring satu tambang setelah aktivitas proyek resmi berakhir pada 19 Mei lalu.
Dari total 207 peserta yang mengikuti pelatihan sejak awal, sebanyak 28 orang dinyatakan tidak lulus.
Pihak penyelenggara menyebut kelulusan dilakukan dengan standar ketat karena unit yang dioperasikan memiliki risiko tinggi.
Unit Komatsu HD 785-7 yang digunakan dalam pelatihan merupakan dump truck tambang berkapasitas besar dengan mesin 30 ribu cc dan 12 silinder.
Selain kemampuan mengemudi, peserta juga dibekali pemahaman pemeriksaan harian alat, penguasaan panel operasi hingga prosedur keselamatan kerja.
Salah satu peserta yang dinyatakan lulus, Hariandi, mengaku pelatihan tersebut memberi pengalaman baru bagi dirinya sebelum masuk ke dunia kerja sektor pertambangan.
“Selama training kami tidak hanya belajar mengoperasikan unit, tapi juga soal safety dan pemeriksaan alat. Harapannya ilmu ini bisa jadi modal untuk bekerja nantinya,” ujarnya usai wisuda.
Program pelatihan operator alat berat sendiri selama ini menjadi salah satu kebutuhan industri tambang di Kutai Timur (Kutim).
Namun di sisi lain, keterbatasan akses pelatihan dan sertifikasi kerap menjadi kendala bagi tenaga kerja lokal untuk masuk ke sektor tersebut.
Dalam kegiatan itu, manajemen PAMA juga memberikan penghargaan kepada 50 peserta dengan nilai terbaik berupa komputer Core i5 generasi ke-6.
Penghargaan diberikan berdasarkan hasil akademik dan praktik selama pelatihan berlangsung.
Project Manager PAMA KPCB, Sigit Nugroho mengatakan program tersebut disebut sebagai bagian dari warisan kompetensi perusahaan kepada masyarakat lokal setelah proyek berakhir.
Menurutnya, investasi sumber daya manusia dinilai lebih penting dibanding pembangunan fisik semata karena keterampilan dapat digunakan jangka panjang oleh masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman meminta para lulusan menjaga tanggung jawab dan disiplin keselamatan kerja ketika nantinya terjun ke industri pertambangan.
“Ilmu yang dimiliki harus dijaga dengan baik, terutama soal keselamatan kerja karena sektor tambang memiliki risiko tinggi,” katanya.
Berakhirnya operasional PAMA KPCB di Bengalon turut memunculkan perhatian soal keberlanjutan penyerapan tenaga kerja lokal pasca proyek tambang.
Sertifikasi dan pengalaman pelatihan yang dimiliki para peserta kini menjadi modal awal untuk bersaing di industri pertambangan yang masih mendominasi ekonomi Kutim.


