Memasuki Musim Kemarau, Perumda AMDT Menjamin Pasokan Air Bersih di Kawasan IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Memasuki Musim Kemarau, Perumda AMDT Menjamin Pasokan Air Bersih di Kawasan IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Memasuki Musim Kemarau, Perumda AMDT Menjamin Pasokan Air Bersih di Kawasan IKN 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjamin pasokan air bersih ke masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku berjalan lancar di musim kemarau. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, pasokan air baku Intake Sepaku yang menjadi sumber air pengolahan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 50 liter per detik bakal mampu bertahan meskipun terjadi kemarau selama tiga hingga enam bulan. 

Karena, Intake Sepaku juga mendapatkan pasokan air baku dari Bendungan Sepaku-Semoi. Jadi, untuk layanan air bersih bagi masyarakat di kawasan IKN, Kecamatan Sepaku tidak mengalami kendala. 

“Intake Sepaku bisa bertahan kalau terjadi kemarau selama tiga sampai enam bulan. Karena, mendapatkan suplai air baku dari Bendungan Sepaku-Semoi,” kata Abdul Rasyid, Jumat (22/5/2026). 

Memasuki musim kemarau, beberapa unit WTP yang dikelola Perumda AMDT di luar Kecamatan Sepaku mulai mengalami penyusutan pasokan air baku. Seperti WTP Sotek di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam telah mengalami penyusutan air baku. 

Sebab, Embung Sotek menjadi sumber air baku tunggal WTP Sotek tidak memiliki suplai air baku dari sumber lainnya. 

“Ketersediaan air baku di Embung Sotek sudah berapa di bawah angka 80 persen,” bebernya. 

Hal yang sama juga dialami WTP Lawe-Lawe di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, pasokan air baku dari Sungai Lawe-Lawe telah mengalami penurunan. Imbasnya, produksi air bersih telah mengalami penurunan dari 110 liter per detik menjadi 80 liter per detik. 

Untuk mengatasi krisis air baku di WTP Lawe-Lawe, Perumda AMDT PPU telah melakukan pemetaan kolam retensi alam di sekitar aliran Sungai Lawe-Lawe yang nantinya bisa dijadikan sumber air baku alternatif. 

“Kalau air baku WTP Lawe-Lawe turun di angka 50 persen, kita akan alirkan air di kolam retensi alam ke Sungai Lawe-Lawe,” pungkasnya.