Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Kondisi warga RT 02 dan RT 10, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dalam satu tahun terakhir terganggu akibat tegangan listrik PLN tidak stabil atau naik turun.
Kepala Desa Pasir Belengkong Muhammad Subhan mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak PLN ULP Tanah Grogot maupun PLN UP3 Balikpapan, secara tertulis melalui surat elektronik.
*Sudah tiga kali kami menyurat ke PLN. Sampai sekarang belum ada penanganan,” kata Subhan, Jumat (22/5//2026).
Meskipun dalam beberapa waktu terakhir, terendus informasi tentang penanganan PLN terhadap permasalahan itu, berupa pemasangan kabel tambahan. Lagi-lagi, hal itu hanya sekadar kabar burung yang tak berujung.
Subhan menilai, kondisi tegangan listrik tidak stabil sangat berpengaruh terhadap tidak optimalnya penggunaan peralatan elektronik untuk menunjang keberlangsungan kehidupan warga.
Kala lonjakan tegangan listrik terjadi, akan memicu panas berlebih bahkan bisa menyebabkan komponen elektronik terbakar. Sebaiknya, penurunan tegangan listrik memaksa mesin bekerja lebih keras.
Tegangan listrik dapat memperpendek umur perangkat elektronik dan memicu kerusakan permanen. Lantas, bagaimana keadaan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi menggunakan peralatan elektronik.
Dengan begitu, Subhan memohon kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, dapat secepatnya memberikan solusi, sehingga tegangan listrik di 10 rumah warga itu dapat stabil guan mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Subhan mencanangkan akan kembali melayangkan surat permohonan kepada PLN untuk menindaklanjuti dan mempercepat proses penanganan untuk menyelesaikan permasalah sejumlah warga dalam satu tahun terakhir.
“Kami terus berupaya. Rencananya, kami akan kembali menyurati PLN untuk segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut,” tuturnya mengakhiri.


