BI Balikpapan Kurasi 45 UMKM untuk Go Digital dan Siap Bersaing Sambut IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi suasana di IKN. (Foto: Humas Otorita IKN)
Ilustrasi suasana di IKN. (Foto: Humas Otorita IKN)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BI Balikpapan Kurasi 45 UMKM untuk Go Digital dan Siap Bersaing Sambut IKN

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi suasana di IKN. (Foto: Humas Otorita IKN)
Ilustrasi suasana di IKN. (Foto: Humas Otorita IKN)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BI Balikpapan Kurasi 45 UMKM untuk Go Digital dan Siap Bersaing Sambut IKN

Ilustrasi suasana di IKN. (Foto: Humas Otorita IKN)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengkurasi sebanyak 45 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti program onboarding digital sebagai upaya memperkuat daya saing usaha lokal dalam menyambut perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan program Digital dan Berdaya (Digdaya) menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan digitalisasi, perluasan pasar, hingga peningkatan kapasitas usaha.

"Program onboarding UMKM ini kami siapkan untuk membantu pelaku usaha masuk ke pasar digital yang berkembang sangat cepat, sekaligus memperluas promosi dan pasar mereka," kata Robi dalam keterangan press release, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan dari total 160 UMKM hasil rekomendasi Otorita IKN, pemerintah daerah dan korporasi pembina UMKM, BI Balikpapan telah melakukan proses kurasi dan menetapkan 45 UMKM terpilih untuk mengikuti program tersebut.

Program Digdaya UMKM dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Mei 2026. Selanjutnya peserta akan menjalani tahapan pendampingan dan pertemuan empat mata yang terstruktur atau one on one session selama Mei hingga Juni 2026 untuk memberikan asistensi sesuai kebutuhan masing-masing usaha.

Kemudian pada Juli hingga Oktober 2026 mendatang, peserta akan mengikuti tahapan monitoring melalui pertemuan rutin bulanan atau monthly meeting guna memantau perkembangan implementasi digitalisasi usaha.

Robi menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi strategis BI Balikpapan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain digitalisasi UMKM, BI Balikpapan juga mendorong pengembangan pasar ekspor melalui Workshop Ekspor UMKM yang akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.

"Program ini fokus memperkuat kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah," ujarnya.

BI Balikpapan terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program Tani Camp berbentuk pelatihan peningkatan kapasitas yang memberikan pendampingan kepada petani mulai dari pengelolaan usaha tani, budidaya hingga pasca panen.

Tak hanya itu, BI Balikpapan juga menginisiasi sejumlah agenda showcasing UMKM melalui event Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.

Robi menambahkan, pihaknya juga mendorong UMKM lokal masuk ke dalam ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA). 

Tahun ini, tiga UMKM binaan BI Balikpapan berhasil lolos seleksi nasional IKRA Indonesia 2026. Ketiga UMKM tersebut yakni Hharum dan Rumah Ampiek pada sektor modest fashion serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food.

"Ini membuktikan UMKM daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan global," pungkasnya.