Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau tahun ini masih belum menemui kepastian.
Hingga kini, pemerintah daerah masih mempertimbangkan kondisi kemampuan keuangan sebelum membuka penerimaan aparatur baru.
Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disebut menjadi salah satu pertimbangan utama. Tingginya belanja pegawai membuat pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan penambahan ASN.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, Jaka Siswanta, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah lebih memprioritaskan penggunaan anggaran untuk mendukung program pembangunan dan kebutuhan pelayanan masyarakat dibanding menambah jumlah pegawai baru.
Menurutnya, kemampuan fiskal daerah belum cukup ideal apabila harus dibebani tambahan belanja pegawai dalam jumlah besar. Ia juga menyinggung jumlah ASN di Berau yang saat ini sudah tergolong banyak dibanding sejumlah daerah lain.
Meski begitu, Jaka menilai kebutuhan pegawai sebenarnya bukan lagi soal jumlah, melainkan pemerataan penempatan dan penyesuaian formasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau dilihat dari rasio pegawai, sebenarnya sudah cukup. Tinggal bagaimana distribusinya bisa lebih sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Pemkab Berau pun masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah pusat sekaligus melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan daerah sebelum memutuskan ada atau tidaknya pembukaan CPNS tahun ini.


