Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan meningkatkan jumlah bantuan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, bantuan yang disalurkan mencapai 15 ekor sapi, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya delapan ekor sapi.
Peningkatan jumlah bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas manfaat sosial dan keagamaan bagi masyarakat, khususnya warga di kawasan perbatasan.
Belasan sapi kurban itu rencananya akan disalurkan ke sejumlah masjid, instansi vertikal, serta unsur TNI dan Polri di berbagai wilayah Kabupaten Nunukan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Nunukan, H Hairil, mengatakan penambahan jumlah hewan kurban dilakukan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Pada tahun ini bantuan hewan kurban dari Pemkab Nunukan sebanyak 15 ekor sapi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya delapan ekor,” ujarnya.
Menurut Hairil, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial serta semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan distribusi daging kurban dapat menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman, hingga kawasan perbatasan.
“Kami ingin manfaatnya dirasakan lebih merata. Pemerintah harus hadir bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Selain memiliki nilai sosial dan keagamaan, program kurban tahun ini juga diarahkan untuk mendukung perekonomian lokal. Seluruh sapi kurban yang disalurkan dipastikan berasal dari peternak lokal di Kabupaten Nunukan.
Kebijakan tersebut diambil agar anggaran pengadaan hewan kurban dapat turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus membantu para peternak sapi lokal di wilayah perbatasan.
“Semua sapi berasal dari peternak lokal. Jadi selain memenuhi kebutuhan hewan kurban, program ini juga membantu perputaran ekonomi masyarakat,” jelas Hairil.
Pemkab Nunukan juga memastikan seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak sesuai syariat maupun standar kesehatan hewan.
“Kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama. Semua sapi sudah diperiksa dan dipastikan sehat serta memenuhi syarat untuk kurban,” pungkasnya.


