H-1 Puncak Haji, Ratusan Calon Haji Kaltara Siap Jalani Armuzna di Tengah Cuaca Ekstrem

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Para jemaah haji asal Kaltara saat mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. (Foto: H Sayid Abdullah)
Para jemaah haji asal Kaltara saat mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. (Foto: H Sayid Abdullah)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

H-1 Puncak Haji, Ratusan Calon Haji Kaltara Siap Jalani Armuzna di Tengah Cuaca Ekstrem

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Para jemaah haji asal Kaltara saat mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. (Foto: H Sayid Abdullah)
Para jemaah haji asal Kaltara saat mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. (Foto: H Sayid Abdullah)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

H-1 Puncak Haji, Ratusan Calon Haji Kaltara Siap Jalani Armuzna di Tengah Cuaca Ekstrem

Para jemaah haji asal Kaltara saat mendapatkan pengarahan dari Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. (Foto: H Sayid Abdullah)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, petugas Kloter 7 Embarkasi Balikpapan (BPN) asal Provinsi Kalimantan Utara (kaltara) memperkuat koordinasi dan bimbingan kepada seluruh jemaah haji. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah atau Senin (25/5/2026).

Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, H Sayid Abdullah mengatakan, bahwa seluruh petugas saat ini fokus melakukan pendampingan secara intensif kepada jemaah, mulai dari persiapan fisik, mental, hingga perlengkapan pribadi yang harus dibawa selama rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina).

“Kami terus memperkuat koordinasi kepada jamaah karena persiapan puncak haji tinggal satu hari lagi. Petugas melakukan pendampingan dari lantai ke lantai di hotel tempat jemaah Kaltara menginap di Hotel Moro Global, Makkah,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, hotel yang ditempati jemaah haji Kaltara terdiri atas empat lantai dan seluruh petugas diterjunkan untuk memastikan jemaah memahami tahapan pelaksanaan ibadah haji selama Armuzna.

Selain koordinasi teknis keberangkatan, petugas juga kembali memberikan bimbingan manasik haji kepada jemaah, mulai dari tata cara mandi ihram, salat sunah ihram, niat haji, hingga doa-doa yang dibaca selama berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

“Kami juga menyampaikan susunan kegiatan serta pembagian tugas petugas selama puncak pelaksanaan Armuzna agar jemaah lebih memahami alur perjalanan ibadah yang akan dijalani,” katanya.

Menurut Sayid, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah untuk menjalani wukuf sebagai puncak ibadah haji.

Setelah pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah selepas Magrib untuk melaksanakan mabit hingga sekitar pukul 00.30 waktu setempat.

“Kloter 7 dijadwalkan masuk pada trip kedua pemberangkatan dari Muzdalifah menuju Mina, yakni sekitar pukul 00.30 hingga 02.30 dini hari pada 10 Dzulhijjah,” jelasnya.

Setibanya di Mina, jemaah akan melaksanakan lontar jumrah Aqabah sesuai jadwal yang ditentukan pihak syarikah atau perusahaan layanan haji Arab Saudi.

Usai melaksanakan lontar jumrah Aqabah, jemaah akan menjalani tahalul awal sebelum kembali ke tenda untuk beristirahat dan melanjutkan rangkaian lontar jumrah pada hari-hari tasyrik, yakni melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11 hingga 13 Dzulhijjah.

Dari total 358 jamaah dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, sebanyak 316 jamaah memilih nafar awal dan dijadwalkan meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah untuk kembali ke hotel di Makkah.

Sementara itu, sebanyak 43 jamaah memilih nafar tsani dan baru akan meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijjah sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat.

“Setelah kembali ke hotel, jemaah akan menyelesaikan rukun haji lainnya, yakni tawaf ifadah, sai, dan tahalul akhir. Semoga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” ucapnya.

Sayid Abdullah menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan jemaah selama Armuzna dilakukan di bawah satu komando ketua kloter guna memastikan koordinasi berjalan optimal.

Di sisi lain, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian serius petugas. Hingga menjelang puncak haji, sejumlah jemaah dilaporkan masih mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, flu, hingga demam.

Selain faktor kelelahan, cuaca ekstrem di Arab Saudi turut menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah. Selama pelaksanaan Armuzna, suhu di Makkah dan sekitarnya diperkirakan mencapai 43 hingga 46 derajat Celsius.

“Kami terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas yang tidak perlu, dan mematuhi arahan petugas agar seluruh proses ibadah dapat dijalani dengan baik,” pungkasnya.