Dokter Hewan Distanak Kukar Ungkap Ciri Hewan Kurban yang Sehat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sapi kurban yang diberi tanda sehat di Jalan Lais Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Sapi kurban yang diberi tanda sehat di Jalan Lais Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dokter Hewan Distanak Kukar Ungkap Ciri Hewan Kurban yang Sehat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sapi kurban yang diberi tanda sehat di Jalan Lais Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Sapi kurban yang diberi tanda sehat di Jalan Lais Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dokter Hewan Distanak Kukar Ungkap Ciri Hewan Kurban yang Sehat

Sapi kurban yang diberi tanda sehat di Jalan Lais Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan monitoring kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Kegiatan pemeriksaan berlangsung di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Senin (25/5/2026).

Dokter hewan Distanak Kukar, Gunawan Nanang menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria yang menjadi penilaian untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui tahapan antemortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan, serta postmortem setelah hewan dipotong.

“Untuk sapi kita ada pemeriksaan yang namanya antemortem dan postmortem. Antemortem itu sebelum disembelih,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan, dalam pemeriksaan antemortem petugas memastikan kondisi fisik sapi dalam keadaan normal. Beberapa indikator yang diperiksa di antaranya kondisi mata, hidung, mulut hingga cara berjalan hewan.

“Jadi matanya tidak berairan, cerah, kemudian hidungnya tidak berlendir, kemudian mulutnya juga tidak berlendir, tidak berliuran gitu ya. Terus kemudian jalannya tidak pincang dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, kondisi ekor sapi yang aktif bergerak juga menjadi salah satu tanda hewan dalam keadaan sehat.

“Nah, secara antemortem sebelum disembelih.  Sudah saya periksa mulai hari Jumat kemarin. Jadi ini saya periksa lagi, ya ini sehat,” pungkasnya.

Setelah proses penyembelihan, pemeriksaan akan dilanjutkan melalui tahapan postmortem. Pemeriksaan ini difokuskan pada organ dalam hewan seperti hati, jantung, usus, hingga ginjal guna memastikan tidak ada indikasi penyakit.

“Postmortem itu organ dalam. Jadi hati, jantung, kemudian usus, ginjal, dan lain sebagainya. Nah, itu baru kita lihat ada perubahan atau tidak di daerah itu,” katanya.

Ia menerangkan, pemeriksaan postmortem dilakukan oleh petugas khusus yang disebut keurmaster. Mereka bertugas menilai kondisi organ dalam dan menentukan bagian yang layak dikonsumsi.

“Kalau antemortem pihaknya dokter hewan yang harus memeriksa. Tapi kalau setelah disembelih ada petugasnya, keurmaster. Nah, itu nanti yang menilai apakah dia ada perubahan di organ dalam,” ujarnya.

Distanak Kukar juga memberikan pelayanan pemeriksaan hewan kurban hingga dua hari setelah Iduladha. Setelah dinyatakan sehat, hewan kurban akan diberikan surat keterangan kesehatan.

“Kalau untuk pelayanan untuk hewan kurban, kita biasanya sampai dua hari. Pokoknya ada surat keterangannya, saya tanda tangan,” tuturnya.

Terkait adanya laporan sapi yang sakit, Gunawan menyebut hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit serius pada hewan kurban di Kukar.

“Kalau laporan yang masuk ke saya cuma enggak mau makan, itu aja. Yang belum laku, itu aja,” ucapnya.

Ia memastikan kondisi hewan kurban saat ini masih aman dan berharap hasil pemeriksaan postmortem nantinya juga tidak menemukan penyakit berbahaya.

“Aman semua, Insyaallah aman semua. Nanti kalau postmortem mudah-mudahan juga begitu tidak ada yang berpenyakit. Biasanya cacing hati atau biasanya ada yang luka, biasanya begitu,” tutupnya.