Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Di antara deretan sapi berukuran besar di kandang MWK Farm kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, seekor sapi bernama Bison paling mudah dikenali.
Tubuhnya jauh lebih besar dibanding sapi lainnya, suaranya paling dominan, dan gerak-geriknya seolah menjadi pemimpin di dalam kandang.
Tak heran, sapi jenis Simental Charolais berbobot 1.050 kilogram itu akhirnya terpilih menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pemilik MWK Farm, Anita, mengatakan nama Bison diberikan bukan tanpa alasan.
Selain memiliki postur paling besar, sapi berusia lebih dari empat tahun itu dikenal sangat aktif dan sering memancing respons sapi lainnya di kandang.
"Dia di sini itu paling aktif dan jadi semacam barometer untuk yang lain. Kalau Bison sudah bersuara, pasti sapi-sapi yang lain langsung ikutan. Makanya kami namai Bison," ucap Anita, Senin (25/5/2026).
Secara fisik, Bison memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter dengan panjang badan diperkirakan lebih dari dua meter.
Tubuhnya kekar dengan tanduk yang utuh dan proporsional, menjadi salah satu nilai lebih saat mengikuti proses seleksi bantuan kemasyarakatan Presiden.
Anita menceritakan, awalnya sang suami mencoba mencari informasi mengenai prosedur pendaftaran sapi bantuan Presiden melalui dinas terkait.
Saat pertama kali diajukan sekitar 1,5 bulan lalu, bobot Bison berada di angka 973 kilogram.
Namun setelah melewati tahapan pemeriksaan dan seleksi, termasuk proses penimbangan secara daring bersama tim kementerian, bobot sapi tersebut meningkat signifikan hingga mencapai 1.050 kilogram.
"Kami daftar di bobot 973 kg. Kemudian dari dinas dilakukan seleksi-seleksi, dan ketika Zoom dengan kementerian untuk timbang online, bobotnya naik drastis menyentuh 1.050 kg. Alhamdulillah, sapi saya yang terpilih," ungkapnya.
Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus setelah Bison dipilih menjadi sapi kurban Presiden.
Perawatan dilakukan secara konsisten sejak sapi tersebut masuk kandang MWK Farm selepas musim kurban tahun lalu.
Setiap hari, Bison dimandikan dua kali, diberi pakan penguat atau jomboran dua kali sehari, serta rumput hijau segar sebanyak tiga kali sehari.
Selain itu, kebersihan kandang, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, dan pemberian vitamin rutin juga menjadi perhatian utama.
"Tidak ada yang berubah, sebelum atau sesudah dipinang Banmas perawatannya tetap sama. Untuk jenis Simental Charolais seperti ini sebenarnya tidak terlalu susah, kami lebih menjaga kebersihan, cek kesehatan, vaksin, dan vitamin rutin. Hanya saja, dia memang butuh porsi makan yang ekstra," jelasnya.
Sebelumnya, pada Iduladha tahun lalu Balikpapan menerima sapi bantuan Presiden jenis Simental Cross berbobot 830 kilogram yang disalurkan ke Masjid Besar Al-Ula.
Tahun ini, bobot sapi bantuan meningkat signifikan dengan hadirnya Bison sebagai sapi kurban pilihan dari peternakan lokal Balikpapan Timur.


