Polresta Balikpapan Pastikan Video Dugaan Aksi Begal di Manggar Hoaks, Warga Diminta Tak Mudah Percaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tangkapan layar dari video yang berada di grup Whatsapp. (Foto: Whatsapp Grup)
Tangkapan layar dari video yang berada di grup Whatsapp. (Foto: Whatsapp Grup)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polresta Balikpapan Pastikan Video Dugaan Aksi Begal di Manggar Hoaks, Warga Diminta Tak Mudah Percaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tangkapan layar dari video yang berada di grup Whatsapp. (Foto: Whatsapp Grup)
Tangkapan layar dari video yang berada di grup Whatsapp. (Foto: Whatsapp Grup)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Polresta Balikpapan Pastikan Video Dugaan Aksi Begal di Manggar Hoaks, Warga Diminta Tak Mudah Percaya

Tangkapan layar dari video yang berada di grup Whatsapp. (Foto: Whatsapp Grup)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan memastikan video viral yang disebut-sebut memperlihatkan korban begal di kawasan Manggar, Balikpapan Timur merupakan informasi bohong atau hoaks.

Video tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp disertai narasi yang menyebut telah terjadi aksi pembegalan di sekitar kawasan Asrama Haji Manggar. 

Unggahan itu sempat memicu kekhawatiran masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah Balikpapan Timur.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran setelah video tersebut viral di media sosial.

"Kami bersama jajaran Satreskrim Polresta Balikpapan telah melakukan pengecekan langsung setelah munculnya postingan video yang disertai narasi provokatif," ucap AKP Chusen, Senin (25/5/2026).

Polisi kemudian mendatangi lokasi yang disebut dalam unggahan serta meminta keterangan dari sejumlah warga di sekitar tempat kejadian yang dikaitkan dalam video tersebut.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi memastikan tidak ada peristiwa pembegalan maupun tindak kekerasan sebagaimana informasi yang beredar.

"Dari hasil pengecekan di lapangan dan klarifikasi kepada warga sekitar, tidak ditemukan adanya kejadian seperti yang diinformasikan," katanya.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, video tersebut diketahui merupakan rekaman lama dari kasus pembunuhan balita yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

Video lama itu kemudian disebarkan kembali dengan narasi berbeda seolah-olah kejadian baru yang terjadi di Balikpapan Timur.

"Video yang disebarkan diketahui merupakan konten lama dari kasus pembunuhan balita yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat," tegasnya.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan memicu kepanikan publik. 

Selain itu, informasi menyesatkan juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap situasi keamanan di Kota Balikpapan.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi dari media sosial. 

Warga juga diimbau melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan unggahan yang belum jelas kebenarannya.

Meski dipastikan hoaks, kepolisian tetap meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan di wilayah Balikpapan Timur, khususnya pada malam hari guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.