Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Suasana haru menyelimuti Tenda Jemaah Haji Kalimantan Utara (Kaltara) di Padang Arafah, Arab Saudi, Minggu (25/5/2026) malam waktu setempat. Doa dan tahlil digelar usai salat magrib untuk mendoakan salah seorang jemaah haji asal Kota Tarakan, Almarhumah Irama Madduta, yang wafat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Kegiatan doa bersama tersebut diikuti seluruh jemaah Kloter 07 Embarkasi Balikpapan (BPN) asal Kaltara dengan penuh khusyuk. Tangis haru tampak menyertai lantunan doa yang dipanjatkan untuk almarhumah.
Ketua Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, H Sayid Abdullah, mengatakan almarhumah semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji bersama rombongan.
“Almarhumah dikenal sebagai sosok yang periang dan selalu bersemangat dalam menjalankan ibadah. Selama bersama rombongan, beliau juga tidak pernah mengeluhkan sakit,” ujar Sayid kepada pusaranmedia.com, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, almarhumah selama menjalankan ibadah haji didampingi putranya, Suadra Sarman yang juga tergabung dalam jemaah Kloter 07 BPN asal Kota Tarakan.
Menurutnya, momen paling mengharukan terjadi ketika sang putra harus melepas kepergian ibundanya untuk dibawa oleh pihak maktab guna menjalani proses pemulasaraan jenazah, mulai dari pemandian jenazah, salat jenazah, hingga pemakaman di Tanah Suci.
“Meski dalam suasana duka yang mendalam, putra almarhumah menunjukkan ketegaran luar biasa. Setelah seluruh proses penanganan jenazah dilakukan pihak maktab, beliau kembali bergabung dengan jemaah Kaltara lainnya di Arafah,” katanya.
Sayid menuturkan, seluruh jemaah dan petugas kloter turut merasakan kehilangan atas wafatnya almarhumah yang dinilai memiliki semangat ibadah tinggi selama berada di Tanah Suci.
“Atas nama Ketua Kloter dan seluruh jemaah Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami mendoakan semoga almarhumah husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan, baik yang mendampingi di Tanah Suci maupun keluarga di Tarakan, diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.
Doa dan tahlil yang digelar di Padang Arafah tersebut menjadi momentum kebersamaan dan penguatan spiritual bagi para jemaah yang tengah mempersiapkan diri menjalani puncak ibadah haji. Dalam suasana penuh keheningan, para jemaah memanjatkan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


