Banner ADV

Wabup Berau Soroti Kerusakan IPAL di RPH Gunung Tabur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2077 kali dibaca
Wabup Berau tinjau Rumah Potong Hewan di Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Istimewa)
Wabup Berau tinjau Rumah Potong Hewan di Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wabup Berau Soroti Kerusakan IPAL di RPH Gunung Tabur

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2077 kali dibaca
Wabup Berau tinjau Rumah Potong Hewan di Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Istimewa)
Wabup Berau tinjau Rumah Potong Hewan di Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Wabup Berau Soroti Kerusakan IPAL di RPH Gunung Tabur 

2077
Wabup Berau tinjau Rumah Potong Hewan di Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Istimewa)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Gunung Tabur menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis turun langsung melakukan peninjauan untuk memastikan pelayanan pemotongan hewan tetap berjalan lancar di tengah aktivitas operasional yang padat setiap harinya.

Dalam kunjungannya, Gamalis menyoroti kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai sangat penting bagi operasional RPH. Beberapa fasilitas diketahui mengalami gangguan akibat pipa pecah dan pompa air yang tidak lagi bekerja optimal.

Kerusakan tersebut diduga dipicu lalu lintas sapi berukuran besar yang setiap hari melintasi area instalasi. Kondisi itu membuat pemerintah daerah bergerak cepat agar kerusakan tidak berdampak pada pelayanan maupun kebersihan lingkungan sekitar rumah potong.

“IPAL ini berkaitan langsung dengan pengelolaan limbah. Kalau rusak tentu harus segera diperbaiki agar pelayanan tidak terganggu,” ujar Gamalis saat meninjau lokasi.

Meski menghadapi sejumlah kendala fasilitas, aktivitas pemotongan hewan di RPH Gunung Tabur masih terbilang tinggi. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 105 ekor sapi telah dipotong dengan rata-rata enam ekor per hari.

Namun, khusus menjelang Iduladha tahun ini, jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH justru mengalami penurunan cukup signifikan. Jika tahun lalu jumlah sapi yang dipotong mencapai sekitar 28 ekor, tahun ini diperkirakan hanya berkisar 14 hingga 15 ekor.

Menurunnya angka pemotongan di RPH disebut dipengaruhi semakin banyaknya juru sembelih halal (Juleha) bersertifikasi di Kabupaten Berau. Kehadiran tenaga pemotong bersertifikat membuat masyarakat kini lebih memilih melakukan penyembelihan secara mandiri di masjid maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Menurut Gamalis, kondisi tersebut menjadi perubahan positif karena kemampuan masyarakat dalam melakukan pemotongan hewan sesuai standar syariat dan kesehatan terus meningkat.

Meski begitu, pemerintah daerah memastikan keberadaan RPH tetap memiliki peran penting, terutama dalam menjaga standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan dari hasil pemotongan hewan.

Pengelola RPH mengusulkan tambahan tenaga pemotong serta petugas pendukung agar pelayanan bisa lebih maksimal, khususnya saat momentum Iduladha.

Pemkab Berau pun berjanji akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perubahan anggaran daerah, termasuk perbaikan fasilitas dan penguatan SDM agar pelayanan di RPH Gunung Tabur tetap optimal bagi masyarakat. (Adv)