Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Ketersediaan Minyakita di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih mengalami kekosongan pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak goreng nonsubsidi hingga 20 persen di pasaran.
Temuan itu terungkap saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan pasar di Sangatta, Selasa (26/5/2026).
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani mengatakan stok Minyakita hingga kini belum kembali tersedia di tingkat pedagang. Akibatnya, masyarakat mulai beralih ke merek minyak goreng lain yang masih beredar di pasaran.
Menurutnya, terganggunya distribusi dan tingginya biaya logistik menjadi faktor utama kenaikan harga minyak goreng di Kutim.
“Minyakita memang belum tersedia lagi sampai sekarang. Tapi untuk merek lain masih ada di pasaran. Harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen akibat kendala distribusi dan tingginya biaya logistik,” ujarnya.
Selain memantau kebutuhan pokok, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan ke lokasi penjualan hewan kurban di kawasan Jalan Pendidikan, Sangatta Utara.
Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik hewan serta dokumen kesehatan guna memastikan ternak yang dijual layak untuk kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Dari hasil pemeriksaan, hewan kurban yang dijual pedagang dipastikan telah melalui proses karantina dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.
“Sebagian besar sapi didatangkan dari Bali karena kualitasnya bagus dan harganya lebih murah dibanding daerah lain. Dari hasil pemeriksaan, hewan kurban yang dijual telah mengantongi surat kesehatan dan dinyatakan layak oleh dokter hewan,” katanya.
Sementara itu, pemantauan di Pasar Induk Sangatta menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit yang naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga daging sapi, meski tidak terlalu signifikan. Sedangkan harga bawang merah, bawang putih, beras, dan daging ayam masih relatif stabil.
Di sektor energi, pemerintah memastikan pasokan LPG 3 kilogram dan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU wilayah Sangatta masih aman dan belum ditemukan antrean panjang.
Disperindag Kutim memastikan pengawasan distribusi kebutuhan pokok dan energi akan terus diperketat menjelang Iduladha guna mencegah penimbunan maupun permainan harga di tingkat lapangan.
“Secara umum masih aman dan wajar. Memang ada beberapa komoditas yang naik menjelang hari besar keagamaan, seperti cabai rawit yang naik sekitar Rp20 ribu. Alhamdulillah stok BBM aman sampai lebaran, namun pengawasan distribusi akan terus diperketat bersama aparat terkait agar jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi,” pungkas Nora.


