Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Banjir yang sempat melanda wilayah Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, mulai surut. Meski demikian, bencana tersebut meninggalkan dampak berupa kerusakan pada sejumlah titik jalan dan jembatan penghubung kecamatan.
Camat Krayan Timur, Marjuni mengatakan, banjir yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta akses transportasi warga. Namun, kondisi mulai membaik setelah debit air berangsur surut.
“Kondisi banjir sudah surut, kegiatan aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan normal,” ujar Marjuni kepada pusaranmedia.com.
Ia menjelaskan, meskipun genangan air telah surut, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir. Kerusakan tersebut terutama terjadi pada akses jalan dan jembatan yang menjadi penghubung sejumlah wilayah di Kecamatan Krayan Timur.
Menurut Marjuni, masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara secara swadaya melalui budaya gotong royong. Warga bersama pemerintah desa berupaya memperbaiki akses yang masih memungkinkan untuk ditangani agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
“Beberapa titik jalan dan jembatan yang rusak, yang dapat ditangani masyarakat sudah dilakukan penanganan lewat kerja gotong royong,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pa’ Betung, Aprem menyebutkan, proses perbaikan akses dilakukan secara cepat bersama masyarakat demi memastikan aktivitas pelajar tidak terganggu.
Ia mengatakan, apabila kerusakan akses tidak segera diperbaiki, maka siswa SMP dan SMA akan kesulitan menuju sekolah. Karena itu, masyarakat Desa Pa’ Betung, khususnya kaum laki-laki, turun langsung membantu proses perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
“Kalau tidak diselesaikan tentunya akan berdampak kepada akses anak kami ke sekolah,” pungkasnya.


