Iduladha 2026 di Tanah Rantau, Mahasiswa Asal Sebatik Berlebaran Tanpa Keluarga di Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Rangga (tengah) usai melakukan salat iduladha. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Rangga (tengah) usai melakukan salat iduladha. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Iduladha 2026 di Tanah Rantau, Mahasiswa Asal Sebatik Berlebaran Tanpa Keluarga di Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Rangga (tengah) usai melakukan salat iduladha. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Rangga (tengah) usai melakukan salat iduladha. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Iduladha 2026 di Tanah Rantau, Mahasiswa Asal Sebatik Berlebaran Tanpa Keluarga di Samarinda

Rangga (tengah) usai melakukan salat iduladha. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Suasana Hari Raya Iduladha 2026 terasa berbeda bagi Rangga, seorang mahasiswa asal Sebatik, Kalimantan Utara, yang kini menempuh pendidikan di Samarinda, Kaltim.

Jauh dari kampung halaman dan keluarga tercinta, Rangga kembali menjalani momen lebaran di tanah rantau.

Bagi Rangga, ini bukan kali pertama dirinya melaksanakan salat Iduladha tanpa kehadiran keluarga. Pengalaman merayakan hari besar Islam seorang diri di perantauan sudah beberapa kali ia jalani sejak memutuskan kuliah di Samarinda.

Meski demikian, rasa rindu kepada keluarga tetap sulit disembunyikan. Ekspresi wajahnya memperlihatkan kerinduan mendalam terhadap suasana berkumpul bersama orang tua dan keluarga di kampung halaman.

“Sudah biasa sebenarnya lebaran di sini, tapi tetap saja suasananya berbeda kalau tidak bersama keluarga,” kata Rangga kepada Pusaranmedia.com usai melakukan salat iduladha di Masjid Al-Mukarromah.

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Rangga memilih tetap bertahan di Samarinda selama libur Iduladha tahun ini. Selain keterbatasan waktu dan biaya perjalanan menuju Sebatik, ia juga memanfaatkan waktu libur untuk menyelesaikan beberapa kegiatan perkuliahan.

Meski jauh dari rumah, Rangga tetap mencoba menikmati suasana Iduladha bersama teman-teman sesama perantau.

Mereka saling menguatkan dan merayakan hari raya dengan sederhana agar rasa kebersamaan tetap terasa.

Sosok Rangga menjadi gambaran banyak mahasiswa perantau di Samarinda yang harus rela melewati momen hari raya tanpa keluarga demi menempuh pendidikan untuk mengejar cita-cita.