Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia di Masjid Raya Darussalam ternyata bukan sapi biasa.
Hewan kurban jenis limosin bernama “Miliar” itu memiliki bobot mencapai 995 kilogram atau nyaris satu ton dan merupakan hasil breeding peternak lokal Samarinda.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Maskuri mengatakan sapi tersebut berasal dari peternakan lokal yang juga memasok sapi dari Kupang. Namun sesuai aturan, para supplier juga diwajibkan melakukan pengembangbiakan sapi di daerah.
“Ini salah satu contoh keberhasilan peternak dan supplier yang ikut menyukseskan ketersediaan sapi kita,” kata Maskuri.
Menurutnya, aturan tersebut mewajibkan setiap pemasok yang mendatangkan sekitar seribu ekor sapi untuk memiliki program breeding minimal 10 ekor sapi indukan. Dari program itulah lahir sapi-sapi unggulan berukuran besar seperti sapi bantuan presiden tahun ini.
“Berat terakhir waktu ditimbang seminggu lalu itu sekitar 995 kilogram, kurang lima kilo sebenarnya jadi satu ton,” katanya.
Selain bantuan presiden, sejumlah pejabat dan instansi juga turut menyalurkan hewan kurban di Samarinda, termasuk bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Untuk memastikan kesehatan sapi kurban tetap terjaga, tim peternakan melakukan pemantauan rutin hingga hari penyembelihan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali sehari, termasuk pengawasan pola makan sapi.
“Kami tetap kawal sampai hari penyembelihan. Alhamdulillah hasil pemeriksaan aman,” tegas Maskuri.
Ia menambahkan, sapi bantuan presiden tersebut nantinya akan dibawa mendekati lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah sebelum proses penyembelihan dilakukan. Langkah itu diambil untuk meminimalisasi risiko cedera pada sapi berbobot besar tersebut.
Maskuri juga menyebut program Inseminasi Buatan (IB) terus didorong untuk meningkatkan populasi sapi unggulan di Samarinda.
Saat ini, peternak sudah mulai memanfaatkan sperma beku dari berbagai jenis sapi unggul, termasuk Belgian Blue dan limosin.
“Kami berharap ke depan ketergantungan terhadap pasokan sapi dari luar daerah bisa terus berkurang dengan pengembangan sapi lokal,” pungkasnya.


