Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Warga diminta memanfaatkan wadah ramah lingkungan seperti besek dan daun pisang untuk menekan produksi sampah plastik.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar mengatakan, pihaknya telah menyebarkan surat edaran kepada masjid dan panitia kurban di Samarinda terkait pengelolaan sampah selama pelaksanaan Iduladha.
“Kami edarkan lewat grup WhatsApp, melalui kecamatan dan kelurahan untuk disampaikan ke rumah ibadah dan panitia kurban,” ujar Taufiq.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima dari pelaksanaan Iduladha tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar masyarakat sudah memahami pentingnya pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan.
Menurutnya, sisa kegiatan kurban seperti darah, tulang, hingga sampah konsumsi sejauh ini dinilai sudah cukup tertangani dengan baik. Meski demikian, DLH tetap melakukan pengawasan di sejumlah titik penyembelihan hewan kurban.
“Rencananya ada tiga lokasi yang menjadi sampel pengawasan, seperti Islamic Center dan Masjid Ash-Shabirin,” katanya.
DLH juga menegaskan larangan membuang limbah penyembelihan hewan kurban ke sungai maupun lokasi yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Taufiq mengatakan, imbauan tersebut telah dimuat dalam surat edaran yang disampaikan kepada panitia kurban.
“Untuk tidak membuang sisa penyembelihan hewan kurban ke sungai, itu sudah ada penegasannya dalam edaran,” tegasnya.
Selain pengawasan, DLH Samarinda turut menyiagakan sekitar 700 petugas kebersihan selama pelaksanaan Iduladha. Petugas akan tetap bekerja mulai H-1 hingga H+1 guna memastikan pelayanan kebersihan kota tetap berjalan normal.
“Seluruh petugas kami siagakan untuk lembur, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meskipun dalam momen Iduladha,” pungkasnya.


