Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA — Penyaluran hewan kurban di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Iduladha 1447 Hijriah kembali memunculkan persoalan klasik soal pemerataan distribusi bantuan ke masyarakat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan warga menjelang hari raya, seekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berbobot hampir satu ton menjadi perhatian publik saat diserahkan di Masjid Al-Falah, kawasan GPL Munthe, Sangatta Utara.
Sapi berbobot sekitar 950 kilogram itu menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang diterima panitia kurban di Kutim tahun ini.
Kehadirannya menyita perhatian warga yang sejak pagi mendatangi area masjid untuk melihat langsung proses penyerahan bantuan pemerintah pusat tersebut.
Namun di balik antusiasme masyarakat, distribusi hewan kurban di Kutim masih menyisakan tantangan. Tidak seluruh masjid maupun kawasan permukiman bisa menerima bantuan sapi kurban, baik dari pemerintah maupun perusahaan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengakui penyaluran hewan kurban tahun ini mulai diarahkan lebih merata dengan mendistribusikan bantuan ke sejumlah masjid di luar pusat kota.
“Pusatnya tetap di Masjid Agung, tetapi mulai tahun ini kita coba distribusikan ke masjid-masjid lain,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, pemerintah daerah bersama sejumlah perusahaan menyalurkan lebih dari 30 ekor sapi ke berbagai wilayah di Kutim.
Hewan kurban tersebut disebar ke masjid, pondok pesantren, hingga kawasan tertentu yang dinilai membutuhkan.
Meski demikian, ia mengakui belum semua masjid dapat menerima bantuan.
“Memang belum semua masjid bisa mendapat,” katanya.
Kondisi itu menjadi gambaran masih terbatasnya jangkauan distribusi hewan kurban di daerah dengan wilayah administratif luas seperti Kutim.
Di sejumlah kawasan pinggiran, masyarakat masih bergantung pada swadaya warga atau bantuan kelompok tertentu untuk pelaksanaan kurban.
Ardiansyah menyebut bantuan sapi kurban Presiden bukan hanya simbol seremoni tahunan, tetapi bagian dari upaya memperluas manfaat kurban kepada masyarakat.
“Kita lihat tadi sapi itu hampir satu ton, 950 kilogram. Kita berharap apa yang telah didistribusikan Presiden mendapat sambutan masyarakat,” katanya.
Pemerintah daerah juga meminta seluruh proses penyaluran hewan kurban didokumentasikan, mulai dari penyerahan, penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Laporan tersebut nantinya akan disampaikan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, pengurus Masjid Al-Falah, Agus Sumarto mengatakan pihaknya tahun ini menerima bantuan sapi kurban Presiden melalui Pemkab Kutim bersamaan dengan puluhan hewan kurban lain yang dihimpun panitia.
Selain sapi bantuan Presiden, panitia menyiapkan 16 ekor sapi dan enam ekor kambing untuk disembelih selepas salat Id.
Menurut Agus, distribusi daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi jemaah sekitar masjid, tetapi juga disalurkan ke kawasan lain serta sejumlah masjid yang mengajukan permohonan bantuan.
“Ada juga proposal dari masjid lain yang membutuhkan dan biasanya tetap kami bantu,” ujarnya.
Ia memperkirakan sapi bantuan Presiden dapat menghasilkan sekitar 500 hingga 600 kantong daging setelah dipotong dan dipisahkan dari tulang.
Di Kutim, Iduladha tahun ini tidak hanya menghadirkan tradisi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memperlihatkan persoalan pemerataan bantuan sosial berbasis keagamaan.


