Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Kota Samarinda beberapa waktu lalu berakhir ricuh. Massa aksi diduga melakukan vandalisme hingga membakar bendera milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di halaman kantor DPW PPP Kaltim di Jalan Juanda, Samarinda.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari berbagai elemen kemahasiswaan melakukan aksi dengan mendatangi sejumlah kantor partai politik tingkat provinsi sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait isu hak angket. Namun situasi mulai memanas saat massa tiba di kantor DPW PPP Kaltim.
Di sana, mereka melakaukan aksi bakar ban bekas di depan gerbang kantor partai hingga menimbulkan asap hitam tebal. Ketegangan kemudian meningkat setelah massa membakar bendera PPP yang berada di area kantor partai.
Aksi pembakaran simbol partai tersebut diduga dipicu kekecewaan massa lantaran tidak ada perwakilan PPP yang hadir dalam forum diskusi mengenai hak angket yang sebelumnya digelar di salah satu kafe di Samarinda.
Selain itu, mahasiswa juga tidak berhasil menemui pengurus partai saat mendatangi kantor DPW PPP Kaltim.
Wakil Ketua DPW PPP Kaltim, Sobirin, menyayangkan tindakan massa aksi yang dinilai telah melampaui batas penyampaian pendapat di muka umum.
“Ini sudah berlebihan. Bendera adalah simbol partai, tentu ini tidak bisa kami terima,” tegasnya.
Sobirin juga menegaskan, pihaknya bukan sengaja menghindari mahasiswa, melainkan sedang menjalankan agenda internal partai tingkat provinsi yang telah dijadwalkan sebelumnya.
“Kami juga ada agenda internal partai se-Kaltim. Mereka juga tidak memberi tahu sebelumnya kalau akan menggelar aksi di kantor kami. Tidak ada pemberitahuan yang masuk,” ungkapnya.
Terakhir, ia berharap penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara konstitusional tanpa tindakan anarkistis yang merugikan pihak lain.
“Silakan menyampaikan pendapat, tapi jangan merusak, apalagi membakar bendera yang menjadi simbol kekuatan partai kami,” tutupnya.


