Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Al-Faruq memperlihatkan tingginya keterlibatan perusahaan dan instansi pemerintah dalam perayaan Iduladha di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Di tengah aktivitas industri yang mendominasi daerah ini, momentum kurban menjadi salah satu ruang pertemuan kepentingan sosial, keagamaan, dan citra kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
Panitia kurban Masjid Agung Al-Faruq mencatat sedikitnya 14 ekor sapi dan sejumlah kambing disembelih tahun ini.
Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai kepala daerah, aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah hingga perusahaan swasta yang beroperasi di Kutim.
Sejak pagi, area pelataran masjid dipenuhi panitia dan relawan yang menyiapkan proses penyembelihan. Daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat dengan prioritas warga yang membutuhkan.
Sekretaris Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Yakup Fadillah, mengatakan seluruh proses penyembelihan ditargetkan selesai dalam satu hari agar panitia dapat membantu pelaksanaan kurban di lokasi lain.
“Insyaallah pelaksanaan ibadah kurban kita di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta akan kita laksanakan hari ini. Sehingga di hari lain, para panitia dan pengurus bisa aktif di tempat penyembelihan atau kepanitiaan di luar Masjid Agung,” ujarnya.
Dalam daftar sohibul kurban, sapi pertama berasal dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan sapi kedua dari Wakil Bupati Mahyunadi.
Selain itu, terdapat partisipasi tujuh ASN Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP).
Sejumlah perusahaan tambang dan perkebunan juga tercatat menyerahkan hewan kurban, di antaranya PT Indominco Mandiri, PT Pamapersada Nusantara, Dharma Satya Nusantara, Sinar Mas, Astra Group, hingga Gunta Samba Group.
Keterlibatan korporasi dalam pelaksanaan kurban di Kutim bukan hal baru. Di daerah dengan aktivitas industri ekstraktif yang tinggi, penyaluran hewan kurban kerap menjadi bagian dari pendekatan sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar, terutama pada momentum keagamaan.
Di sisi lain, tingginya partisipasi kurban juga mencerminkan masih kuatnya budaya gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Kutim di tengah perubahan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Panitia menyebut hingga pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung, masih ada warga yang ingin bergabung dalam kelompok kurban sapi. Seluruh daging kurban dijadwalkan dibagikan kepada masyarakat pada hari yang sama.


