Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Untuk meningkatkan produktivitas hasil panen budidaya ikan air tawar, Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengerahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) untuk mengembangkan benih unggul.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, budidaya ikan air tawar di Benuo Taka sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir, baik budidaya melalui kolam tanah maupun kolam terpal bioflok.
Namun, pembudidaya masih kesulitan mendapatkan benih unggul. Karena itu, UPTD BBI mengembangkan benih unggul, khususkan ikan nila dan lele.
Kedua jenis ikan air tawar ini cukup banyak dibudidayakan melalui sistem kolam tanah maupun bioflok lantaran permintaan konsumen di Benuo Taka cukup tinggi.
“Balai Benih Ikan sebagai perpanjangan tangan Dinas Perikanan dikerahkan untuk memberikan support kepada kelompok budidaya dalam menyediakan bibit unggul. Saat ini sedang dikembangkan bibit ikan nila dan lele,” kata Andi Traso, Kamis (28/5/2026).
Andi Traso menekankan, pembudidaya ikan air tawar yang membutuhkan benih ikan nila dan lele bisa langsung ke BBI. Namun, terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan BBI lantaran produksi benih nila dan lele masih terbatas.
“Produksi benih ikan di BBI masih terbatas atau belum bisa mengcover seluruh kebutuhan pembudidaya ikan air tawar di PPU. Tapi, kalau ada yang berminat, silahkan berkomunikasi langsung dengan BBI,” ujarnya.
Ia menyatakan, pemenuhan benih ikan yang unggul salah satu pekerjaan rumah Dinas Perikanan PPU. Karena, saat ini sebagian besar kebutuhan benih ikan masih didatangkan dari luar daerah.
“Kami juga mendorong pihak swasta untuk mengambil peluang usaha penyediaan benih ikan tersebut,” pungkasnya.


