Belum Rampung Total, Jembatan Pulau Besing Masih Dievaluasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belum Rampung Total, Jembatan Pulau Besing Masih Dievaluasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belum Rampung Total, Jembatan Pulau Besing Masih Dievaluasi

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Meski sudah bisa dilintasi warga, Jembatan Pulau Besing di Kabupaten Berau ternyata belum sepenuhnya rampung. 

Pemerintah daerah masih melakukan berbagai penyempurnaan teknis untuk memastikan konstruksi jembatan benar-benar aman sebelum proyek resmi diserahterimakan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau menegaskan, hingga saat ini proses evaluasi lapangan masih berlangsung. Sejumlah bagian jembatan masih menjadi fokus pembenahan, terutama pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa tim teknis bersama pihak pelaksana terus melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi jembatan. Langkah tersebut dilakukan karena Jembatan Pulau Besing masuk kategori jembatan khusus yang membutuhkan pengawasan lebih ketat dibanding jembatan biasa.

Menurutnya, beberapa pekerjaan yang kini masih dikerjakan meliputi pengencangan baut struktur, penyesuaian kabel jembatan, hingga pengecatan ulang pada sejumlah bagian yang mulai terdampak korosi. 

Semua tahapan itu menjadi bagian dari proses penyempurnaan sebelum proyek dinyatakan selesai total.

“Karena ini termasuk jembatan khusus, kami juga masih menunggu arahan teknis lanjutan dan terus berkoordinasi dengan Komisi Keselamatan Jembatan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada struktur utama, DPUPR juga melakukan perbaikan pada akses turun jembatan yang sebelumnya sempat dikeluhkan warga. Bagian turunan dinilai terlalu curam dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya saat kondisi hujan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dilakukan pengecoran beton di area ujung turunan guna mengurangi tingkat kemiringan jalan. Dengan penyesuaian itu, kendaraan roda dua maupun roda empat diharapkan bisa melintas lebih aman dan nyaman.

Akses penghubung menuju kawasan permukiman warga juga ikut dibenahi. Jalan existing yang terhubung langsung dengan jembatan kini sedang disempurnakan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.

DPUPR memastikan, selama proses pekerjaan berlangsung, pemantauan tetap dilakukan secara intensif bersama kontraktor pelaksana. Pemerintah ingin memastikan seluruh komponen jembatan benar-benar memenuhi standar keamanan sebelum dilakukan serah terima proyek secara resmi.