Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Dinamika organisasi mulai memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim yang dijadwalkan mulai bersidang pada 30 Mei 2026.
Ketua SC Muswil IX KKSS Kaltim, Rusman Ya’qub mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh bakal calon ketua yang akan bertarung dalam forum tersebut.
Ia menegaskan agar KKSS tidak dijadikan alat legitimasi politik praktis oleh individu maupun kelompok tertentu.
Menurut Rusman, KKSS merupakan organisasi paguyuban besar warga asal Sulawesi Selatan yang selama ini menjadi wadah pemersatu masyarakat perantauan di Kaltim.
Untuk itu, ia meminta seluruh anggota menjaga marwah organisasi demi mempertahankan nilai keguyuban dan persaudaraan.
“KKSS ketuanya tidak boleh dipakai dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Apa itu untuk kepentingan Pilkada, Pileg, Pilpres, dan lain sebagainya, tidak boleh terjadi itu. KKSS itu tempatnya mempersatukan semua perbedaan, bukan justru menjadi alat legitimasi perbedaan,” tegas Rusman.
Ia juga mengingatkan bahwa warga KKSS di Bumi Etam sangat heterogen dan telah tersebar di berbagai lini kehidupan sosial kemasyarakatan.
"Siapapun yang nantinya memimpin KKSS Kaltim diharapkan mampu menjaga netralitas organisasi serta merangkul seluruh elemen warga tanpa membawa kepentingan politik tertentu," pesannya.
Muswil IX KKSS Kaltim sendiri diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk menjaga soliditas dan persatuan warga Sulawesi Selatan di Kaltim.


