Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau terus mendorong penguatan diplomasi ekonomi melalui peningkatan pemasaran dan distribusi produk Indonesia di wilayah Sabah, Malaysia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan Pelaksana Fungsi Ekonomi KRI Tawau, Adnan Sulistyo dengan Managing Director Sinarmas (T) Sdn Bhd dan Everise Marketing (T) Sdn Bhd, Mr Hong Nyuk Long yang didampingi Operation Manager, Lily Low.
Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk Indonesia, khususnya di wilayah Sabah yang memiliki kedekatan geografis dengan Kalimantan Utara (Kaltara).
“Sabah merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, terutama makanan dan minuman kemasan. Kedekatan wilayah menjadi keuntungan tersendiri dalam memperkuat kerja sama perdagangan lintas batas,” ujarnya.
Diketahui, Sinarmas (T) Sdn Bhd telah beroperasi sejak 2017 dan bergerak sebagai distributor berbagai produk kebutuhan toko dan supermarket di wilayah Timur Sabah.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan rencana untuk meningkatkan impor produk Indonesia seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap berbagai produk asal Indonesia.
Kini, distribusi produk dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Jakarta dan Surabaya menuju Port Klang, Selangor, sebelum diteruskan ke Tawau dengan waktu pengiriman sekitar satu bulan.
Namun, Dino mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala dalam proses impor dan distribusi produk Indonesia ke Sabah.
Beberapa tantangan yang dibahas antara lain kenaikan biaya logistik, lamanya waktu pengiriman, keterbatasan jalur distribusi alternatif hingga masuknya produk serupa melalui jalur tidak resmi yang memengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar lokal.
“Kami berharap ada penguatan konektivitas perdagangan dan distribusi logistik agar produk Indonesia dapat lebih kompetitif dan mudah diakses di pasar Sabah,” katanya.
Menurut Dino, kerja sama ekonomi antara Sabah dan Kaltara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, khususnya dalam mendukung peningkatan ekspor produk Indonesia, pengembangan UMKM, perdagangan kebutuhan pokok, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di kawasan perbatasan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan kedua negara dalam menciptakan ekosistem perdagangan lintas batas yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
“Hubungan ekonomi antara Sabah dan Kaltara tidak hanya soal perdagangan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat perbatasan melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” pungkasnya.


