DPMPTSP Nilai Pembangunan IKN Berdampak Terhadap Peluang Investasi di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPMPTSP Nilai Pembangunan IKN Berdampak Terhadap Peluang Investasi di PPU

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPMPTSP Nilai Pembangunan IKN Berdampak Terhadap Peluang Investasi di PPU

Kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampak terhadap peluang investasi di Benuo Taka. 

Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah mengatakan pembangunan infrastruktur IKN  maupun infrastruktur pendukung lainnya di daerah penyangga terus berkembang. 

Ini juga membuka peluang investasi baru di wilayah Benuo Taka. Apalagi pemerintah pusat telah membangun infrastruktur jalan tol yang menghubungkan IKN dengan Bandara Internasional Nusantara di Kecamatan Penajam untuk mempermudah mobilitas. 

“Adanya pembangunan IKN membuka peluang investasi baru di wilayah berdekatan dengan kawasan IKN,” kata Amrullah, Jumat (29/5/2026). 

Pemkab PPU telah menyiapkan Kawasan Industri Buluminung (KIB) di Kecamatan Penajam untuk mensupport IKN di masa mendatang.

Selain itu, Badan Bank Tanah juga telah menyiapkan lahan sekitar 1.000 Hektare (Ha) untuk pengembangan kawasan ekonomi atau Penajam Eco City yang ada di dekat Bandara Internasional Nusantara. 

“Peluang investasi di PPU cukup besar. Kita punya kawasan industri serta Badan Bank Tanah juga berencana menyiapkan kawasan pengembangan ekonomi,” terangnya. 

Amrullah menekankan dalam beberapa tahun terakhir ini, realisasi investasi di Kabupaten PPU terus mengalami peningkatan imbas dari pembangunan IKN. 

Berdasarkan data DPMPTSP PPU bahwa investasi 2024 ditargetkan Rp2,5 triliun dan terealisasi sebesar Rp3,7 triliun atau 145 persen.  Sedangkan realisasi investasi di 2025 mencapai 33 persen atau Rp1,7 triliun dari target Rp4,7 triliun. 

“Tahun ini target investasi sebesar Rp4,7 triliun. Mudah-mudahan target ini bisa tercapai. Karena tahun lalu, target investasi tidak tercapai lantaran ada penurunan intensitas pembangunan di IKN,” pungkasnya.