Bukan Penonton, Desman: Pemuda Penggerak Pembangunan Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha, dan Pemuda Agen Perubahan.” (foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha, dan Pemuda Agen Perubahan.” (foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bukan Penonton, Desman: Pemuda Penggerak Pembangunan Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha, dan Pemuda Agen Perubahan.” (foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha, dan Pemuda Agen Perubahan.” (foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bukan Penonton, Desman: Pemuda Penggerak Pembangunan Kukar

Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha, dan Pemuda Agen Perubahan.” (foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Desman Minang Endianto menegaskan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah saat menjadi pemateri pada Seminar Kepemudaan dan Kepemimpinan Inklusif yang diselenggarakan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Kukar, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Desman menyampaikan materi bertajuk “Pemuda untuk Pemimpin, Pemuda untuk Pelaku Usaha dan Pemuda Agen Perubahan”.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah, baik melalui kepemimpinan, kewirausahaan maupun keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia mengatakan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah memandang pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek strategis yang harus dilibatkan dalam proses pembangunan.

Terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Kukar berada pada posisi yang sangat penting sebagai mitra strategis, sekaligus wilayah penyangga utama.

“Pemuda harus mampu mengambil peluang dari perubahan besar yang sedang terjadi. Mereka perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin, pelaku usaha, sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.

Meski berbagai regulasi dan dukungan anggaran dari legislatif maupun eksekutif telah disiapkan, Desman menilai masih terdapat sejumlah kesenjangan yang membutuhkan keterlibatan aktif organisasi kepemudaan, termasuk GAMKI.

“GAMKI harus menjadi jembatan dialektika yang merangkul keberagaman. Pemuda tidak boleh terjebak pada sekat-sekat yang membatasi ruang kolaborasi,” tegasnya.

 

Desman juga mendorong kader GAMKI untuk aktif terlibat dalam berbagai forum strategis yang menjadi ruang perumusan kebijakan publik.

Menurutnya, kehadiran pemuda dalam forum tersebut penting untuk memastikan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dapat tersalurkan dengan baik.

Ia menyebutkan, kader GAMKI perlu mengambil peran dalam berbagai wadah kepemudaan dan pembangunan, dan bisa masuk pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

“Anggota GAMKI harus masuk ke forum-forum strategis untuk menyuarakan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Melalui seminar tersebut, Desman berharap pemuda GAMKI dapat menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat sekaligus mengisi berbagai ruang kepemimpinan yang membutuhkan figur-figur muda yang visioner, adaptif dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dalam pembangunan daerah.

“Ke depan, pembangunan Kukar membutuhkan pemuda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu hadir dengan solusi dan karya nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.