Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menyukseskan program digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) ditunjukkan dengan menyiapkan 365 agen Perlinsos yang akan menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.
Ratusan agen tersebut akan membantu warga mengakses sistem perlindungan sosial berbasis digital yang mulai diterapkan sebagai bagian dari perluasan pilot project nasional.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, Arfiansyah mengatakan para agen akan disebar di seluruh kelurahan dan kecamatan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami kendala dalam penggunaan teknologi digital.
"Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkot Balikpapan menyiapkan 365 agen Perlinsos yang tersebar di seluruh wilayah kota," kata Arfi sapaannya, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, setiap kelurahan akan memiliki 10 agen Perlinsos yang terdiri dari tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tiga mitra Perlinsos.
Mitra tersebut meliputi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, di tingkat kecamatan disiapkan masing-masing empat agen.
Menurut Arfi, seluruh agen yang telah ditunjuk nantinya akan memperoleh akses khusus ke portal Perlinsos setelah didaftarkan ke pemerintah pusat.
Dengan akses tersebut, mereka dapat membantu masyarakat dalam proses registrasi maupun pembaruan data perlindungan sosial.
"Seluruh agen tersebut nantinya akan mendapatkan akses khusus ke portal Perlinsos setelah didaftarkan ke pemerintah pusat," ujarnya.
Pelaksanaan program akan dimulai pada 2 Juni mendatang melalui kegiatan kick-off dan sosialisasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial.
Pada hari yang sama, sebanyak 365 agen Perlinsos akan mengikuti bimbingan teknis yang digelar di Aula Balai Kota Balikpapan dan Aula Gedung Bank Indonesia.
Setelah para agen mendapatkan pembekalan, tahapan berikutnya adalah registrasi masyarakat yang dijadwalkan dimulai pada 4 Juni di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Balikpapan.
Arfi menambahkan, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga ketua RT untuk aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
Selain melakukan sosialisasi, para ketua RT juga diminta menyiapkan data terbaru kepala keluarga di wilayah masing-masing.
Sementara pihak kelurahan diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Melalui digitalisasi Perlinsos, pemerintah berharap data penerima bantuan sosial menjadi lebih valid, akurat, dan terintegrasi dengan data kependudukan nasional.
Dengan demikian, proses penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.
Program ini juga menjadi langkah awal menuju sistem perlindungan sosial nasional yang modern dan berbasis data digital, sehingga berbagai layanan bantuan pemerintah dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan transparan. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)


