RSUD RAPB Minta Warga PPU Manfaatkan Layanan Antrean Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

RSUD RAPB Minta Warga PPU Manfaatkan Layanan Antrean Digital

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

RSUD RAPB Minta Warga PPU Manfaatkan Layanan Antrean Digital 

Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menerapkan pelayanan kesehatan berbasis digital sejak 2023. 

Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, manajemen rumah sakit telah menyiapkan aplikasi Pelayanan Cepat (Pencet) RAPB yang bertujuan untuk mengurai antrean layanan pemeriksaan kesehatan dan rawat jalan. 

Masyarakat Benuo Taka yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD RAPB diharapkan terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui aplikasi Pencet RAPB untuk mendapatkan nomor antrean. 

Pendaftaran online tersebut agar pasien tidak terlalu lama menghabiskan waktu untuk mengantre. 

“Kalau mengambil nomor antrean secara online, pasien yang bersangkutan bisa mengatur waktu untuk datang ke rumah sakit. Misalnya nomor antreannya urutan 10, nanti datang ke rumah sakit saat posisi antrean ke tujuh supaya tidak terlalu lama menunggu,” kata Lukas, Minggu (31/5/2026). 

Lukas mengungkapkan, aplikasi layanan pendaftaran antrean ini telah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat Benuo Taka sehingga penumpukan antrean di RSUD dapat terurai. 

“Pasien yang datang melakukan pemeriksaan kesehatan maupun rawat jalan belum 100 persen memanfaatkan pendaftaran online. Kami berharap, kedepan masyarakat memanfaatkan layanan tersebut supaya tidak terlalu lama mengantre,” pungkasnya.