Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Minggu (31/5/2026).
Dalam sambutannya, Andi Harun menyoroti tantangan yang kini dihadapi berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk munculnya praktik politik uang dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi.
Menurutnya, organisasi paguyuban sejatinya merupakan wadah pengabdian dan penguatan nilai-nilai sosial budaya, bukan sarana mencari keuntungan pribadi maupun materi.
“Sekarang tantangan setiap organisasi memang berat. Bahkan ada organisasi sosial budaya yang sudah hampir sama dengan organisasi politik. Pemilihannya pakai uang, tidak lagi murni memegang prinsip dan nilai yang diwariskan leluhur," katanya.
Andi Harun mempertanyakan motivasi pihak-pihak yang rela mengeluarkan uang demi meraih jabatan ketua organisasi.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menggeser tujuan utama organisasi yang seharusnya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan pelestarian nilai budaya.
Selain menyoroti praktik money politics, Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan penghormatan kepada para tokoh senior atau sesepuh organisasi.
Menurut dia, keberadaan para orang tua memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan dan meredam konflik internal yang mungkin muncul selama proses musyawarah.
“Kita boleh modern, kita boleh maju, tetapi jangan lupa adab. Ada pepatah yang mengatakan adab lebih tinggi daripada ilmu. Inilah yang sekarang mulai mengalami pergeseran nilai,” pesannya.
Andi Harun juga meminta seluruh peserta Muswil untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan kericuhan maupun pelanggaran hukum selama pelaksanaan musyawarah berlangsung.
Ia mengingatkan pentingnya memegang prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di Kaltim.
Tak hanya itu, Andi Harun turut mengajak generasi muda KKSS agar aktif menjaga marwah organisasi dengan berani mengingatkan para senior apabila arah organisasi mulai menjauh dari nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi KKSS.
Terakhir, Andi Harun berharap Muswil IX KKSS Kaltim mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik, serta mampu membawa organisasi menjadi bagian dari solusi pembangunan di Kaltim.
“Kalau musyawarah berlangsung adem, tertib, dan yang dibicarakan adalah kontribusi organisasi, maka publik akan memberikan apresiasi. Itu yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.


