Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamim
BONTANG – Turnamen Pickleball Bontang Open 2026 tidak hanya diproyeksikan sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor sport tourism.
Ajang yang akan berlangsung pada 18 hingga 21 Juni 2026 di Lapangan Tenis Bessai Berinta itu diperkirakan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) maupun luar daerah.
Kehadiran atlet dan pendamping dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner hingga transportasi.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang sekaligus Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Bontang, H Rustam mengatakan penyelenggaraan turnamen olahraga saat ini tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga mampu menjadi sarana promosi daerah.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan olahraga berskala regional maupun nasional yang digelar di Bontang, maka semakin besar pula peluang daerah untuk dikenal luas dan menarik kunjungan masyarakat dari luar kota.
“Turnamen ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Kota Bontang kepada peserta dan tamu yang datang. Tentu kita berharap ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Rustam menjelaskan, olahraga pickleball saat ini berkembang cukup pesat dan mulai diminati berbagai kalangan usia.
Untuk itu, Bontang Open 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu event yang memperkuat posisi Kota Bontang sebagai pusat pengembangan olahraga pickleball di Kaltim.
Turnamen tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari ganda mix pelajar, ganda putra open, ganda putri open, ganda mix open, ganda putra usia 35 tahun ke atas, ganda putra usia 50 tahun ke atas hingga kategori intermediate internal.
Khusus kategori ganda mix pelajar, panitia membebaskan biaya administrasi sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet usia muda.
“Pelajar harus mendapatkan kesempatan yang luas untuk berkompetisi. Dari event seperti ini kita bisa menemukan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah,” katanya.
Turnamen Pickleball Bontang Open 2026 diselenggarakan oleh IPF Kota Bontang bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bontang dan DPRD Kaltim.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen turut datang dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Agus Haris, serta Kepala Dispoparekraf Kota Bontang Eko Mashudi.
Panitia menargetkan Bontang Open dapat menjadi agenda olahraga tahunan yang tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Adv)



