TN Kayan Mentarang Dukung Riset Internasional Ungkap Jejak Evolusi dan Endemisme Mamalia Borneo

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyambut para tim penilitian dari BRIN dan Smithsonian Institution (Foto: TNKM)
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyambut para tim penilitian dari BRIN dan Smithsonian Institution (Foto: TNKM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

TN Kayan Mentarang Dukung Riset Internasional Ungkap Jejak Evolusi dan Endemisme Mamalia Borneo

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyambut para tim penilitian dari BRIN dan Smithsonian Institution (Foto: TNKM)
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyambut para tim penilitian dari BRIN dan Smithsonian Institution (Foto: TNKM)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

TN Kayan Mentarang Dukung Riset Internasional Ungkap Jejak Evolusi dan Endemisme Mamalia Borneo

Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyambut para tim penilitian dari BRIN dan Smithsonian Institution (Foto: TNKM)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) menerima kedatangan tim peneliti gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Smithsonian Institution dalam rangka pelaksanaan riset internasional yang berfokus pada pengungkapan sejarah evolusi dan pola endemisme satwa mamalia di Pulau Kalimantan.

Kedatangan tim peneliti tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan penelitian bertajuk Research on the Rediscovery of Bornean Areas of Endemism of Evolutionary Source of Southeast Asia's Remarkable Terrestrial Biodiversity yang akan dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, Kabupaten Nunukan. 

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito menyambut langsung tim peneliti yang terdiri atas para ahli mamalia dari berbagai lembaga penelitian terkemuka. Tim pertama yang tiba di Nunukan antara lain Nurul Inayah, peneliti Laboratorium Mamalia dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Dr Melissa Hawkins dari Departemen Mamalia Smithsonian Institution–National Museum of Natural History.

Sejumlah peneliti dari Louisiana State University juga dijadwalkan bergabung dalam tahapan penelitian berikutnya.

Seno mengatakan penelitian ini memiliki nilai strategis karena berupaya mengungkap kembali wilayah-wilayah endemisme di Borneo yang diduga menjadi salah satu sumber penting evolusi keanekaragaman hayati daratan Asia Tenggara.

“Melalui survei mamalia kecil ini, kami berharap dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kekayaan biodiversitas yang terdapat di kawasan TNKM. Hasil penelitian ini akan memperkuat basis data keanekaragaman hayati mamalia sekaligus menjadi landasan ilmiah dalam upaya konservasi dan pengelolaan kawasan ke depan,” ujar Seno.

Menurutnya, kegiatan penelitian tersebut tidak hanya penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan literatur akademik internasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan kawasan konservasi.

Data yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu memperkaya informasi mengenai distribusi spesies, tingkat endemisme, serta sejarah evolusi satwa mamalia di kawasan hutan tropis Kalimantan.

Lebih lanjut, Seno menegaskan bahwa seluruh rangkaian penelitian harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi dan penghormatan terhadap masyarakat adat yang hidup di sekitar kawasan TNKM.

Ia mengingatkan agar seluruh tim peneliti menjaga kelestarian ekosistem selama proses pengambilan data di lapangan, serta menghormati nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat adat yang selama ini berperan penting dalam menjaga keberlanjutan hutan Kayan Mentarang.

“Penelitian ini diharapkan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam dan penghormatan terhadap masyarakat adat. Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga keberlangsungan kawasan Kayan Mentarang sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati Borneo,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara lembaga penelitian nasional dan internasional tersebut, TN Kayan Mentarang diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan konservasi penting yang menyimpan kekayaan hayati bernilai global, sekaligus menjadi laboratorium alam bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan konservasi di Asia Tenggara.