Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Sejumlah produk unggulan Kabupaten Berau ternyata telah lebih dulu mencuri perhatian pasar internasional, mulai dari cokelat olahan lokal hingga kain batik dan tenun khas daerah, berbagai produk tersebut telah menembus negara-negara di Eropa.
Namun, capaian itu dinilai belum sebanding dengan tingkat pengenalannya di dalam negeri.
Melihat kondisi tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau berencana membangun kanal promosi digital khusus yang akan difokuskan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk UMKM secara lebih luas.
Langkah itu diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih besar sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun investor.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto mengatakan keberadaan akun khusus tersebut akan menjadi sarana promosi yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, banyak produk lokal yang memiliki kualitas tinggi, namun belum mendapatkan eksposur yang memadai.
“Harapan kami tentu bisa menghadirkan buyer yang tertarik dengan produk-produk Berau dan melakukan transaksi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan keberhasilan UMKM Berau menembus pasar luar negeri bukan sekadar wacana.
Produk cokelat asal Berau misalnya, telah dipasarkan hingga Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.
Sementara batik serta tenun khas Berau juga telah dikenal di Belanda dan membuka peluang kerja sama yang dituangkan melalui nota kesepahaman.
Meski demikian, prestasi tersebut belum banyak diketahui masyarakat. Edy menilai persoalan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM saat ini bukan lagi kualitas produk, melainkan minimnya promosi yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain kakao dan kerajinan tangan, Berau juga memiliki produk pangan unggulan yang dinilai berpotensi besar berkembang di pasar nasional, yakni terasi.
Produk tersebut disebut memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain dan telah memiliki permintaan dari berbagai kota besar di Indonesia.
“Permintaannya cukup tinggi, baik dari Jakarta, Jawa maupun Bali. Hanya saja, promosi yang belum maksimal membuat potensinya belum tergarap secara optimal,” katanya.
Dalam upaya memperluas jaringan pemasaran, Dekranasda juga terus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk melalui komunikasi dengan mitra di luar negeri.
Edy mengaku pernah melakukan kunjungan ke Belanda untuk membahas kemungkinan pemasaran produk-produk unggulan Berau di pasar internasional.
Menurutnya, persaingan produk lokal di pasar global memang tidak mudah. Komoditas kakao Berau, harus bersaing dengan produk dari Afrika, Thailand hingga daerah-daerah penghasil kakao lainnya di Indonesia.
Namun kondisi itu justru membuktikan bahwa kualitas produk Berau mampu berada dalam kompetisi yang sama.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal distribusi maupun akses pasar. Yang lebih penting adalah menjaga semangat inovasi para pelaku usaha agar terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.
Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga perbankan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai semakin terbuka untuk membantu pengembangan UMKM.
Untuk itu, Edy berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam memperkenalkan produk-produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.


