Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Di tengah proses penataan organisasi pascaberdiri sebagai OPD mandiri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau masih menghadapi keterbatasan fasilitas perkantoran.
Namun kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi jajaran dinas untuk tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Menariknya, Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan justru memilih berkantor di ruang yang sama dengan staf dan personelnya meski telah disiapkan ruangan khusus untuk kepala dinas.
Menurut Rakhmadi, keputusan tersebut diambil demi mempermudah koordinasi yang setiap hari berlangsung cukup intens.
Sebagai instansi yang menangani kebakaran dan berbagai operasi penyelamatan, komunikasi cepat dinilai menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan tugas.
Ia mengatakan ruangan kerja kepala dinas sebenarnya berada di lantai atas gedung kantor. Namun lokasi tersebut dinilai kurang efektif karena membuatnya harus bolak-balik turun untuk berkoordinasi dengan anggota yang sebagian besar berada di lantai bawah.
“Kalau saya di atas, sementara komunikasi dengan teman-teman sangat sering, tentu akan kurang efektif. Jadi lebih baik saya bersama mereka di bawah agar koordinasi lebih cepat,” ujarnya.
Selain mendukung kelancaran komunikasi, keberadaan pimpinan di tengah personel juga dianggap mampu mempercepat proses pengambilan keputusan ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Di sisi lain, Disdamkarmat masih menunggu penyelesaian penataan fasilitas kantor setelah pemisahan kelembagaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Beberapa bidang masih menggunakan ruangan sementara sembari menunggu keputusan terkait pembagian ruang kerja yang sedang dibahas pemerintah daerah.
Rakhmadi menyebut proses tersebut masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau. Kendati demikian, seluruh layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan.
Baginya, kenyamanan bekerja tidak selalu ditentukan oleh luas atau fasilitas ruangan. Kebersamaan dengan anggota justru menjadi faktor penting dalam membangun kekompakan tim yang setiap saat dituntut siap menghadapi situasi darurat.
“Yang penting pelayanan tetap berjalan dan komunikasi dengan anggota lancar. Soal ruangan, kami menyesuaikan saja dengan kondisi yang ada,” katanya.
Meski masih dalam masa adaptasi sebagai organisasi baru, Disdamkarmat Berau memastikan seluruh personel tetap fokus menjalankan tugas pelayanan, mulai dari penanganan kebakaran hingga operasi penyelamatan yang dibutuhkan masyarakat.


