Wagub Ingkong Ala Nahkodai DAD Kaltara, DPRD Dukung Kolaborasi Adat dan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Momen foto bersama di acara Mubes Luar Biasa DAD Kaltara. (Foto : Istimewa)
Momen foto bersama di acara Mubes Luar Biasa DAD Kaltara. (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wagub Ingkong Ala Nahkodai DAD Kaltara, DPRD Dukung Kolaborasi Adat dan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Momen foto bersama di acara Mubes Luar Biasa DAD Kaltara. (Foto : Istimewa)
Momen foto bersama di acara Mubes Luar Biasa DAD Kaltara. (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wagub Ingkong Ala Nahkodai DAD Kaltara, DPRD Dukung Kolaborasi Adat dan Pemerintah

Momen foto bersama di acara Mubes Luar Biasa DAD Kaltara. (Foto : Istimewa)

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala terpilih sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara dalam Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa yang digelar di Tanjung Selor, Jumat pekan ini. 

DPRD Kaltara berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah.

Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie yang turut menghadiri kegiatan tersebut menilai terpilihnya Ingkong Ala menjadi momentum penting bagi DAD untuk terus memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat.

Menurutnya, organisasi adat memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Dayak, tetapi juga sebagai wadah yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat dalam membangun keharmonisan daerah.

“Harapan saya, pemimpin DAD ke depan adalah sosok yang bisa lebih meningkatkan kekompakan masyarakat adat. Khususnya masyarakat Dayak dan pada umumnya seluruh masyarakat Kaltara agar bisa bersama-sama dan terus berkolaborasi dengan masyarakat kita yang ada di Kalimantan Utara,” ujar Achmad Djufrie.

Ia menilai, posisi Ingkong Ala sebagai Wakil Gubernur Kaltara, sekaligus Ketua DAD dapat menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara lembaga adat dengan pemerintah daerah.

Sinergi tersebut dinilai diperlukan agar pelestarian adat dan budaya dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan daerah.

Menurut Achmad, keberadaan DAD selama ini memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Kalimantan Utara.

"Untuk itu, kepengurusan baru DAD harus mampu melanjutkan peran tersebut, sekaligus menghadirkan program-program yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat adat," bebernya.

Selain menjadi penjaga adat dan budaya, DAD juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi berbagai persoalan sosial maupun pembangunan di daerah.

Achmad menambahkan, semangat kebersamaan yang terlihat selama pelaksanaan Mubes menjadi modal berharga bagi kepengurusan baru untuk menjalankan organisasi ke depan. (Adv)