Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Program Warung Tekan Inflasi (Wartekin) yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali menunjukkan efektivitasnya dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pada pelaksanaan terbaru, Wartekin berhasil mencatat total penjualan hingga Rp90 juta. Capaian tersebut menjadi rekor penjualan tertinggi sejak program itu dijalankan.
Operator Layanan Operasional DKUMPP Kota Bontang, Heri Susanto mengatakan tingginya nilai transaksi menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program pengendalian inflasi tersebut. "Ini merupakan rekor terbaru hasil penjualan terbesar selama ini," ujar Heri, Selasa (2/6/2026).
Berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Komoditas yang tersedia meliputi beras SPHP, Minyak Kita, minyak goreng Saro, telur ayam, hingga gas LPG yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
Menanggapi capaian tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam memberikan apresiasi kepada DKUMPP atas upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut Rustam, tingginya angka penjualan menjadi indikator bahwa program tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok.
"Program seperti ini berdampak langsung kepada masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau, juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga daya beli warga," katanya.
Ia menilai Wartekin tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi bahan pokok murah, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah yang efektif. Dengan tersedianya kebutuhan pokok strategis, masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih stabil.
Rustam berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Bontang. Menurutnya, keberadaan Wartekin dapat menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada momen tertentu.
"Ke depan kegiatan seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Apalagi kebutuhan pokok merupakan kebutuhan dasar yang sangat mempengaruhi kondisi ekonomi keluarga," tuturnya.
Dengan capaian penjualan yang mencetak rekor baru, Wartekin kembali membuktikan perannya sebagai salah satu program strategis Pemerintah Kota Bontang dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (Adv)



