Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan kembali memperkuat upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) melalui pelaksanaan razia gabungan bersama sejumlah Aparat Penegak Hukum (APH).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan dengan melibatkan personel dari Brimob, Koramil, Polres Nunukan, Polisi Militer (PM), serta Detasemen Polisi Militer (Denpom) Nunukan.
Razia dilakukan secara acak pada sejumlah kamar hunian warga binaan yang berada di Blok A, Blok B, Blok C dan Blok KW.
Pemeriksaan meliputi penggeledahan badan, barang bawaan, hingga lingkungan sekitar kamar hunian guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam lapas.
Donny mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melaksanakan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami ingin memastikan Lapas Nunukan tetap dalam kondisi aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang, khususnya narkoba dan telepon genggam ilegal,” ujar Donny kepada pusaranmedia.com.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai unsur APH menjadi salah satu bentuk penguatan pengawasan sekaligus dukungan terhadap program pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa setiap sudut kamar hunian yang menjadi sasaran razia. Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan keberadaan narkotika, senjata tajam rakitan, alat komunikasi ilegal, maupun benda-benda lain yang berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan.
“Kami juga mengingatkan seluruh petugas agar melaksanakan tugas sesuai prosedur dan tetap menghormati hak-hak warga binaan. Pendekatan yang humanis menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembinaan yang kondusif tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan,” katanya.
Selain melaksanakan razia, Kalapas bersama Komandan Denpom Nunukan, Kapten CPM Abdul Muntolib, juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga binaan di sejumlah kamar hunian.
Donny menjelaskan bahwa keberhasilan proses pembinaan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari warga binaan itu sendiri.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan baik sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Perubahan perilaku yang positif selama menjalani pembinaan akan sangat menentukan masa depan mereka setelah bebas nanti,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan warga binaan agar segera melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan dalam pengusulan program integrasi, seperti Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB).
Menurut Donny, kelengkapan administrasi menjadi salah satu faktor penting agar proses pengusulan hak integrasi dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat, kami berharap segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pengusulan program integrasi. Dengan demikian, hak-hak mereka dapat diproses tepat waktu dan mereka dapat kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat,” pungkasnya.


