Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat persatuan di tengah beragam narasi yang berkembang di ruang publik.
Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi menilai tantangan menjaga kebersamaan semakin penting seiring munculnya berbagai isu dan perbedaan pandangan di masyarakat.
Menurutnya, Pancasila harus tetap menjadi landasan dalam menyikapi dinamika sosial maupun proses pembangunan daerah.
"Kutim sering diberitakan dengan narasi-narasi yang bisa memecah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah bersama seluruh perangkatnya untuk terus memperkuat persatuan," kata Jimmi usai mengikuti apel memperingati Hari Lahir Pancasila di depan Kantor Bupati Kutim, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai keberagaman pandangan yang muncul di masyarakat tidak selalu harus dipandang negatif.
Berbagai kritik dan masukan yang disampaikan publik justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemerintahan.
"Hal-hal yang negatif itu harus menjadi pengingat bagi kita untuk berbuat lebih positif. Sebagai bentuk kontrol, itu juga penting," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang setiap tahun diperingati pada 1 Juni.
Peringatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Di Kutim, isu persatuan dinilai tetap relevan mengingat tingginya dinamika sosial, pembangunan, serta beragam aspirasi masyarakat yang berkembang melalui berbagai saluran informasi dan media sosial.


