Pengamat Unmul: Jaga Tabungan dan Hindari Investasi Spekulatif Saat Ekonomi Bergejolak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Purwadi official)
Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Purwadi official)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengamat Unmul: Jaga Tabungan dan Hindari Investasi Spekulatif Saat Ekonomi Bergejolak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Purwadi official)
Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Purwadi official)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengamat Unmul: Jaga Tabungan dan Hindari Investasi Spekulatif Saat Ekonomi Bergejolak

Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Purwadi official)

Reporter: Herdiansyah | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai Rp17.789 per dolar AS menjadi sinyal bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan, terutama terkait investasi.

Pengamat Unmul, Purwadi Purwoharsojo, menilai kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat perlu lebih mengutamakan keamanan finansial dibanding mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Menurutnya, tekanan ekonomi yang terjadi saat ini telah memengaruhi kondisi keuangan banyak rumah tangga. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan sebagian masyarakat mulai mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena meningkatnya biaya hidup.

"Ketika tabungan mulai digunakan untuk kebutuhan rutin, artinya kondisi ekonomi masyarakat sedang mengalami tekanan. Dalam situasi seperti ini, menjaga dana cadangan jauh lebih penting," kata Purwadi.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada sektor usaha dan perdagangan, tetapi juga berimbas langsung pada masyarakat melalui kenaikan harga barang dan berkurangnya daya beli. Akibatnya, ruang gerak keuangan rumah tangga menjadi semakin terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, kata Purwadi, masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. 

Menurutnya, ketidakpastian ekonomi sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi ilegal maupun skema spekulatif.

"Jangan sampai karena ingin mencari tambahan keuntungan, masyarakat justru kehilangan dana yang dimiliki. Pastikan memahami instrumen investasi yang dipilih dan periksa legalitasnya," jelasnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk lebih fokus menjaga nilai keuangan, memperkuat dana darurat, serta mengatur pengeluaran secara lebih disiplin. Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga memiliki ketahanan ekonomi ketika menghadapi gejolak yang tidak terduga.

"Situasi seperti sekarang menuntut masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Prioritaskan kebutuhan utama dan hindari risiko yang tidak perlu," pungkasnya.