Kejar Kedaulatan Pangan, Bupati Kutim Dorong Aksi Nyata dari Pertanian hingga Peternakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kejar Kedaulatan Pangan, Bupati Kutim Dorong Aksi Nyata dari Pertanian hingga Peternakan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kejar Kedaulatan Pangan, Bupati Kutim Dorong Aksi Nyata dari Pertanian hingga Peternakan

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian dan peternakan sebagai salah satu prioritas daerah di tengah tantangan ketahanan pangan nasional. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program unggulan yang diusung pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, Kutim memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurutnya, luas lahan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal agar Kutim tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap pasokan pangan yang lebih luas.

“Saya ingin Kutim cepat muncul sebagai bagian dari daerah yang siap. Tak hanya swasembada, tidak hanya kemandirian, tetapi kita berharap dengan luasan lahan yang kita miliki, Kutim mampu berdaulat di bidang pangan,” ujar Ardiansyah.

Ia menilai keberhasilan sektor pangan tidak cukup dibangun melalui perencanaan semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan. 

Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan diminta lebih fokus pada implementasi program daripada sekadar membangun wacana. “Jangan banyak wacana, tapi langsung praktik, action,” tegasnya.

Ardiansyah juga menceritakan pengalaman pribadinya saat memasuki masa pensiun pada 2016-2017. 

Saat itu, ia memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan membangun kolam terpal berisi ribuan bibit ikan lele, serta menanam berbagai komoditas produktif seperti cabai, pisang dan jeruk.

Kegiatan serupa, kata dia, masih terus dilakukan hingga kini, termasuk di lingkungan pendopo rumah jabatan bupati melalui pengembangan tanaman obat keluarga (toga) dan budidaya unggas.

Selain itu, Ardiansyah memberikan apresiasi terhadap sejumlah inovasi masyarakat yang dinilai mampu mendukung ketahanan pangan daerah. 

Di antaranya pengembangan pertanian oleh Vay Farm, program Dasawisma PKK, serta budidaya hidroponik yang dijalankan masyarakat di Kampung Kajang.

Sebagai informasi, sektor peternakan Kutim juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kutim tercatat berada di posisi ketiga di Kaltim dalam kontribusi populasi sapi dan menyumbang sekitar 15 ribu ekor sapi untuk mendukung program swasembada daging.