Siasati Perlambatan Pajak Hotel, BPPDRD Balikpapan Genjot Monitoring Okupansi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Siasati Perlambatan Pajak Hotel, BPPDRD Balikpapan Genjot Monitoring Okupansi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Siasati Perlambatan Pajak Hotel, BPPDRD Balikpapan Genjot Monitoring Okupansi

Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tengah berupaya keras mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. 

Salah satu fokus utama saat ini adalah melakukan pengawasan ketat terhadap sektor pajak perhotelan yang terindikasi mengalami tren melambat.

Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sektor perpajakan daerah.

Kendati demikian, pihaknya tetap berkomitmen mencari potensi-potensi baru guna memenuhi target PAD.

"Di semester satu ini, kami masih berusaha mengoptimalkan (PAD). Karena kondisi ekonomi seperti ini, sepertinya berdampak juga ke pajak. Namun, Insya Allah kita tetap optimalkan," ucap Idham, Rabu (3/6/2026).

Sebagai langkah konkret optimalisasi, BPPDRD telah menerjunkan tim khusus untuk memantau tingkat hunian hotel di Balikpapan secara langsung. Monitoring ini dilakukan demi menghitung potensi riil pajak yang dapat diserap daerah.

"Kemarin saat long weekend, saya tugaskan ada 50 orang untuk memonitoring okupansi hotel. Kita melihat berapa hunian tamu di sana untuk memastikan target tercapai. Pemantauan ini akan kita lanjutkan juga pada hari kerja," jelasnya.

Idham mengakui sektor hotel saat ini performanya cenderung menurun dan melambat jika dibandingkan dengan sektor lain. Ini disinyalir terjadi karena minimnya gelaran acara atau event besar di Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir yang biasanya menjadi magnet kunjungan wisata.

Sebaliknya, realisasi pajak daerah saat ini justru diposisi tertinggi oleh sektor kuliner. "Pada triwulan pertama, realisasi pajak daerah secara keseluruhan sudah masuk sekitar 25 persen. Dari capaian itu, yang paling banyak menyumbang adalah dari pajak restoran," tambah Idham.

Menyikapi tantangan ekonomi global dan dinamika perputaran ekonomi yang sempat tersendat, BPPDRD Balikpapan memastikan belum mengeluarkan kebijakan baru. 

Idham menegaskan pihaknya akan lebih berfokus pada pengawasan kepatuhan pelaporan wajib pajak serta edukasi.

"Kami tetap mengimbau masyarakat dan wajib pajak untuk tetap patuh dan taat membayar kewajibannya. Di samping itu, kita juga terus pantau dan awasi kepatuhan laporan yang disampaikan oleh wajib pajak," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)