Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan mulai mengantisipasi potensi lonjakan kepadatan arus lalu lintas di kawasan Perumahan Villa Damai.
Lonjakan volume kendaraan ini terjadi setelah Jalan Syarifuddin Yoes ditutup total selama tiga bulan akibat penanganan proyek longsor.
Kawasan perumahan yang semula merupakan area hunian tenang, kini mendadak menjadi tumpuan utama arus kendaraan dari arah Jalan Ruhui Rahayu yang hendak menuju ke arah BJBJ.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan di jalur alternatif tersebut sempat mengalami penumpukan yang cukup signifikan.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman menegaskan pihaknya bergerak cepat dengan menerapkan pembatasan jenis kendaraan guna mencegah kemacetan total di dalam area perumahan.
Kendaraan bertonase besar kini dilarang keras melintasi jalur alternatif Villa Damai.
"Akses jalan ini merupakan jalan utama masyarakat yang statusnya jalan nasional. Karena dialihkan ke jalur alternatif perumahan yang kapasitas jalannya terbatas, tentu ada potensi kepadatan. Karena itu, sesuai Surat Edaran Wali Kota, kendaraan yang beratnya di atas 6 ton tidak boleh masuk ke sini. Mereka kami arahkan untuk memutar lewat Jalan Jenderal Sudirman," ucap Fadli, Rabu (3/6/2026).
Selain membatasi tonase, Dishub juga membatasi jam operasional jalur alternatif di dalam perumahan.
Akses jalan warga ini hanya akan dibuka mulai pukul 05.00 WITA subuh hingga pukul 22.00 WITA malam untuk menjaga kenyamanan warga sekitar.
Guna mengurai simpul-simpul kemacetan di dalam perumahan, personil gabungan dari Dishub dan Satlantas Polresta Balikpapan disiagakan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Kami berikan pendampingan intensif selama 14 hari pertama. Namun, tim Dalops Dishub bersama Satlantas Polresta Balikpapan akan tetap berjaga di lapangan melakukan pengaturan lalu lintas secara dinamis tanpa batas waktu tersebut sampai kondisi benar-benar kondusif," tambah Fadli.
Sejauh ini, ia mengklaim skema pengalihan arus ini tidak mendapat protes dari warga perumahan.
Pihaknya mengaku sudah memitigasi dampak kepadatan ini dengan mengundang perwakilan empat RT yang terdampak langsung sebelum rekayasa lalu lintas ini resmi diberlakukan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berharap pengerjaan fisik pada titik longsor oleh Kementerian PU bisa berjalan cepat, sehingga jalur utama dapat kembali dibuka secara normal sebelum pertengahan Agustus mendatang. (Adv)


