Banner ADV

Konektivitas Kepulauan Masih Rentan, Diskominfo Berau Prioritaskan Penguatan Sinyal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua, yang terus diupayakan mendapatkan penguatan jaringan internet. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pulau Maratua, yang terus diupayakan mendapatkan penguatan jaringan internet. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Konektivitas Kepulauan Masih Rentan, Diskominfo Berau Prioritaskan Penguatan Sinyal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pulau Maratua, yang terus diupayakan mendapatkan penguatan jaringan internet. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pulau Maratua, yang terus diupayakan mendapatkan penguatan jaringan internet. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Konektivitas Kepulauan Masih Rentan, Diskominfo Berau Prioritaskan Penguatan Sinyal

Pulau Maratua, yang terus diupayakan mendapatkan penguatan jaringan internet. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Upaya memperkuat konektivitas digital di wilayah kepulauan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Meski sejumlah fasilitas internet telah tersedia, kualitas jaringan di Pulau Maratua dan sekitarnya dinilai masih memerlukan pembenahan agar layanan komunikasi dapat berjalan lebih stabil.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan tengah fokus menjaga operasional jaringan Wifi yang telah terpasang di kawasan kepulauan.

Langkah tersebut dilakukan sembari menyiapkan sejumlah usulan peningkatan infrastruktur untuk mengatasi gangguan yang masih sering terjadi.

Menurutnya, kendala utama bukan berada pada perangkat Wifi yang tersedia di lapangan, melainkan pada jaringan penghubung utama yang menjadi sumber distribusi internet ke sejumlah pulau. Ketika jalur tersebut mengalami gangguan, maka layanan komunikasi di wilayah tujuan ikut terdampak.

“Sering kali kami mendapati koneksi dari jaringan utama mengalami putus dalam beberapa detik. Meskipun terlihat singkat, kondisi itu cukup memengaruhi komunikasi, terutama layanan yang menggunakan radio maupun jaringan internet,” ujarnya.

Didi menjelaskan, alur distribusi jaringan internet menuju kawasan wisata kepulauan masih bergantung pada koneksi yang diteruskan secara berantai. Jaringan yang menjangkau Pulau Derawan terlebih dahulu berasal dari Tanjung Batu, kemudian diteruskan lagi menuju Pulau Maratua.

Skema tersebut membuat gangguan pada satu titik dapat memengaruhi wilayah lainnya. Karakteristik geografis kawasan kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan telekomunikasi yang andal. Jarak antarpulau serta ketergantungan pada jalur distribusi tertentu menyebabkan proses pemeliharaan dan peningkatan jaringan membutuhkan perhatian lebih.

Karena itu, Diskominfo Berau berencana mengusulkan pengadaan serta penguatan perangkat pendukung jaringan dalam program kerja mendatang. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas konektivitas yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Kami memahami keluhan masyarakat terkait gangguan jaringan yang terjadi. Untuk itu, penguatan perangkat dan infrastruktur komunikasi akan menjadi salah satu usulan yang kami prioritaskan dalam rencana kerja ke depan,” kata Didi.

Keberadaan jaringan internet yang stabil dinilai semakin penting bagi kawasan kepulauan. Selain mendukung pelayanan pemerintahan, konektivitas juga menjadi penunjang aktivitas pendidikan, layanan masyarakat hingga sektor pariwisata yang menjadi andalan Pulau Maratua dan wilayah sekitarnya. (Adv)