Tiga Hari Pencarian, Pemuda Asal Kukar yang Tenggelam di Sungai Melenyu Muara Wahau Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pencarian korban tenggelam akhirnya ditemukan di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Dok.Polres Kutim)
Pencarian korban tenggelam akhirnya ditemukan di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Hari Pencarian, Pemuda Asal Kukar yang Tenggelam di Sungai Melenyu Muara Wahau Ditemukan Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pencarian korban tenggelam akhirnya ditemukan di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Dok.Polres Kutim)
Pencarian korban tenggelam akhirnya ditemukan di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Hari Pencarian, Pemuda Asal Kukar yang Tenggelam di Sungai Melenyu Muara Wahau Ditemukan Meninggal Dunia

Pencarian korban tenggelam akhirnya ditemukan di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Setelah tiga hari pencarian, seorang pemuda yang dilaporkan hanyut saat berenang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 7,7 kilometer dari lokasi awal tenggelam di aliran Sungai Melenyu 2, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (3/6/2026).

Korban diketahui bernama Rifki (23), warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 08.40 WITA setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif sejak korban dilaporkan hilang pada Minggu (31/5/2026).

Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Muara Wahau, Pos SAR Kutai Timur (Kutim), Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim), pihak perusahaan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, relawan, pihak perusahaan, dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA saat korban bersama sejumlah rekannya berenang di Sungai Melenyu 2. Setelah menyeberangi sungai, korban berusaha kembali menuju tenda bersama teman-temannya.

Namun derasnya arus sungai diduga membuat korban kelelahan hingga akhirnya terseret dan tenggelam. 

Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi kuatnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Selama proses pencarian, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama arus sungai yang deras dan kondisi medan yang cukup sulit dijangkau. 

Meski demikian, pencarian terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga korban akhirnya ditemukan.

Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

AKBP Fauzan Arianto turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Wahau, IPTU Sumartono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka, khususnya pada lokasi yang memiliki arus deras.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting mengenai risiko aktivitas di perairan serta pentingnya kewaspadaan guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.