Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Keluarga Cegah Pelajar Terlibat Narkoba

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Keluarga Cegah Pelajar Terlibat Narkoba

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Keluarga Cegah Pelajar Terlibat Narkoba

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Kasus dugaan keterlibatan seorang pelajar SMK dalam jaringan peredaran narkotika di Kota Bontang menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

Di tengah maraknya peredaran narkoba yang mulai menyasar generasi muda, pengawasan keluarga dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf menegaskan, orang tua memiliki peran paling penting dalam mengawasi perkembangan dan pergaulan anak sehari-hari. 

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang mampu mendeteksi perubahan perilaku anak sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

"Anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Karena itu pengawasan dari orang tua harus menjadi yang paling utama," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Yusuf menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang diduga melibatkan seorang pelajar sebagai kurir narkotika. 

Kondisi tersebut menunjukkan ancaman narkoba tidak lagi sebatas menjadikan pelajar sebagai pengguna, tetapi juga berpotensi menyeret mereka ke dalam mata rantai peredaran barang terlarang.

Ia menilai pengawasan keluarga perlu diperkuat dengan komunikasi yang intens antara orang tua dan anak. Dengan demikian, berbagai potensi penyimpangan perilaku dapat diketahui lebih dini.

Meski demikian, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga. Sekolah dan lingkungan masyarakat juga harus turut berperan aktif dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba.

Menurut Yusuf, sekolah dapat memperkuat edukasi melalui berbagai kegiatan rutin, seperti penyampaian pesan-pesan anti narkoba saat apel pagi maupun kegiatan pembinaan karakter lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika.

Selain edukasi, ia juga mendukung pelaksanaan tes urine secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bentuk deteksi dini. Dengan langkah preventif tersebut, potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Di sisi lain, Yusuf meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan.

Ia menegaskan bahwa jaringan pengedar yang memanfaatkan anak-anak sebagai kurir harus diburu hingga tuntas.

"Pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri sampai ke jaringannya. Jangan sampai anak-anak terus dijadikan sasaran oleh pelaku peredaran narkoba," tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai penguatan pendidikan moral dan keagamaan juga perlu terus ditingkatkan melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, tokoh agama dan masyarakat. 

Sinergi tersebut diyakini dapat menjadi benteng yang efektif untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk narkotika.

Kasus yang terjadi di Bontang ini pun menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat bahwa perang melawan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum semata. Pengawasan keluarga, pendidikan karakter, serta kepedulian lingkungan menjadi kunci penting dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran peredaran narkotika. (Adv)