Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyusun arah pembangunan kependudukan untuk lima tahun ke depan.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kabupaten Berau Tahun 2025-2029 yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said.
Ia menegaskan bahwa forum tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan kependudukan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, isu kependudukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan daerah.
Muhammad Said menyampaikan bahwa penduduk merupakan subjek sekaligus pelaku pembangunan. Karena itu, pengelolaan kependudukan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek kuantitas, kualitas, persebaran dan mobilitas penduduk hingga pembangunan keluarga.
“Pembangunan kependudukan harus dikelola secara komprehensif. Penduduk bukan hanya menjadi sasaran pembangunan, tetapi juga motor penggerak pembangunan itu sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dokumen peta jalan pembangunan kependudukan akan menjadi instrumen strategis untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang dimiliki Kabupaten Berau.
Melalui dokumen tersebut, pemerintah dapat menyusun langkah yang tepat dalam menghadapi dinamika kependudukan yang terus berkembang.
Menurutnya, sejumlah isu seperti pertumbuhan penduduk, urbanisasi, kebutuhan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ketahanan keluarga harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Perkembangan Kabupaten Berau yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik di sektor ekonomi, investasi, pariwisata maupun pembangunan infrastruktur, turut memengaruhi dinamika kependudukan yang semakin kompleks.
“Kondisi ini membutuhkan perencanaan yang matang agar bonus demografi yang dimiliki Kabupaten Berau dapat menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi tantangan di masa mendatang,” katanya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, sehingga Pemkab Berau terus berupaya adaptif dan responsif terhadap berbagai persoalan kependudukan yang berkembang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), untuk memperkuat komitmen dalam pelaksanaan pembangunan kependudukan di Berau.
Muhammad Said juga menyampaikan apresiasi kepada tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman yang turut mendampingi proses penyusunan dokumen tersebut.
Ia berharap FGD yang digelar dapat menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan, data, serta gagasan dari seluruh pemangku kepentingan guna menghasilkan dokumen yang berkualitas dan implementatif.
“Keterlibatan aktif perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh unsur terkait sangat diperlukan agar dokumen yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan kependudukan Kabupaten Berau di masa depan,” pungkasnya. (Adv)



