Inflasi Balikpapan Naik 0,27 Persen di Mei 2026, PPU Justru Melandai

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara pada Mei 2026. (Foto: Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan)
Suasana penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara pada Mei 2026. (Foto: Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Inflasi Balikpapan Naik 0,27 Persen di Mei 2026, PPU Justru Melandai

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Suasana penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara pada Mei 2026. (Foto: Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan)
Suasana penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara pada Mei 2026. (Foto: Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Inflasi Balikpapan Naik 0,27 Persen di Mei 2026, PPU Justru Melandai 

Suasana penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara pada Mei 2026. (Foto: Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan pada Mei 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,27 persen (mtm), sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru mencatatkan deflasi sebesar 0,06 persen (mtm). 

Meski mengalami pergerakan berbeda, inflasi di kedua wilayah tersebut masih berada dalam kondisi terkendali.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan menyampaikan bahwa stabilnya inflasi ditopang oleh ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis serta sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan, PPU, dan Kabupaten Paser. 

Berbagai langkah pengendalian seperti gerakan pangan murah, operasi pasar, hingga penguatan ketahanan pangan turut menahan gejolak harga, termasuk saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi menyebut inflasi di wilayah Balikpapan dan PPU masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2026.

"Secara keseluruhan, perkembangan inflasi di kedua wilayah masih terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional tahun 2026, yaitu 2,5 persen ± 1 persen," ucap Robi dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026).

Di Kota Balikpapan, inflasi terutama dipicu kelompok transportasi dengan andil 0,43 persen (mtm). 

Kenaikan tarif angkutan udara, solar, hingga pelumas menjadi penyumbang utama seiring penyesuaian harga energi global. Permintaan tiket penerbangan juga meningkat akibat dua periode libur panjang sepanjang Mei 2026.

Komoditas lain seperti beras dan roti manis turut mengalami kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan dan meningkatnya biaya distribusi. Namun di sisi lain, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi.

Deflasi Balikpapan terutama ditopang kelompok perumahan dan bahan bakar rumah tangga, dengan penurunan harga bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, hingga tomat. Penurunan harga ini dipengaruhi operasi pasar serta meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Sementara di Kabupaten PPU, deflasi didorong turunnya harga komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan tongkol, cabai rawit, dan udang basah akibat meningkatnya pasokan dan hasil tangkapan nelayan.

Meski demikian, PPU juga mencatat tekanan inflasi dari kelompok transportasi serta kenaikan sejumlah komoditas seperti beras, solar, dan kebutuhan hortikultura akibat terbatasnya pasokan.

Ke depan, BI Balikpapan bersama TPID terus mewaspadai sejumlah risiko inflasi, termasuk dampak musim kemarau serta potensi gangguan distribusi pangan dari Pulau Jawa sebagai pemasok utama Kalimantan Timur.

"Sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta peningkatan produksi pangan lokal," kata Robi.

Sejumlah langkah intervensi telah dilakukan sepanjang Mei 2026, termasuk puluhan kegiatan pasar murah dan operasi pasar di Balikpapan, PPU, dan Paser untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.